Selasa, 24 Desember 2013

[Late post] Air Terjun Parangloe

Rasanya sudah lama tidak tidak berbagi cerita disini, hehe. hmm, well ! cerita kali ini tentang sebuah desa asri yang menyimpan panorama air terjun yang masih jarang terjamah. "Parangloe".
Lokasinya berjarak sekitar dua jam perjalanan dari batas kota Makassar-Gowa. Desa ini masih termasuk dalam kabupaten Gowa Sul-sel, dan saya yang berdomisili di kabupaten Gowa ini feels like am i really stay in here! betapa tidak, saya kadang merasa takjub sendiri melihat pemandangan alam yang masih begitu asri di sepanjang jalan menuju desa Parangloe, saya tidak menyangka kalau ternyata masih ada tempat yang tersisa untuk luasnya padang rumput dan indahnya bukit hijau yang meliuk-liuk di kirai-kanan jalan. Waktu itu saya dan rombongan berangkat agak sore, jadi selain hijau rumput dan bau basah setelah hujan gerimis, kami juga ditemani dengan background sunset dengan langit dan awan jingga kemerahan. Kami memilih jalur dengan waktu tempuh yang agak jauh, yaitu melewati tempat yang bernama "Tanah Karaeng" agar kami bisa menikmati pemandangan yang mungkin sudah hampir punah di kota-kota berkembang.

Nah, here present some pictures of the waterfall..

Ini air terjun pada tingkatan kedua.. Perjuangan untuk naik ke atas sini lumayan menyusahkan. kita harus memanjat batu-batu licin berlumut, lompat dari satu batu ke batu lain, cari pijakan yang pas, sampai mesti ditarik-tarik.. :') tapi usaha itu sepadanlah sama pemandangan yang kami dapat..










ini dia the big bos a.k.a k'akbar yang ternyata nyadar kamera..
Well, disinilah air yang terjun bebas itu mulai mengalir. dan ini Mr. Najib Rese' tiba-tiba loncat dan buat semua lumpur plus lumut didasar air mengambang!!











Landscape yang dapat dinikmati dari lantai paling atas air terjun Parangloe yang bertingkat tiga..
























Hmm..Hmm.. Here we are, rombongan english camp LPB Booster.. ^_^

Menikmati kecipak air sejuk dibawah mentari yang mulai menghangat..

Ini k'ipul yang lagi sibuk menyiapkan sarapan..
dan ini dia aliran air yang tak henti-henti jatuh, berdebum, dan mengalir, menyusup melewati bebatuan, meresap kedalam tanah, dan terus mengalir...











What a beautiful! ^_^

























Well, see ya in the next story, in the others great place!! ^_^

Rabu, 20 November 2013

Pulau badi, Sulawesi selatan

17 November 2013
Langit masih gelap, namun adzan subuh telah bergema. Sepagi itu saya mulai packing dan kasak-kusuk menyiapkan perlengkapan diving. ^_^
Udara dingin dan angin menyambut, deru motor melaju cukup kencang ke arah jembatan barombong tempat speed boat terparkir dan juga merupakan spot kami berkumpul sebelum melaju kepulau tujuan. Setelah menunggu sekitar sejam di dermaga, akhirnya semua personil lengkap, semua barang ditata rapi diatas boat, dan yang paling penting adalah mengamankan logistik alias bekal makan siang kami, hehehe..
Meski awan mendung menggantung di langit, speed boat tetap gagah melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke pulau badi, mengiris ombak yang percikannya sering membasahi wajah-wajah antusias kami. perjalan yang kami tempuh kurang lebih tiga puluh menit, dan setelah sampai pada spot tujuan, kami bergegas mempersiapkan perlengkapan masing-masing. mengecek regulator, mengenakan pemberat, fins, dan perlengkapan lainnya. Setelah semua siap, satu per satu kami melakukan back roll. ini adalah bagian favoritku! suara kedebuk air yang berturut-turut seakan memompa adrenalin! ^_^
Setelah briefing di permukaan laut sambil bergoyang mengikuti ombak, satu per satu kami mulai 'turun'. Guess what i found! what a beautiful scenery!! ribuan ikan bergerombol, kawanan barakuda, kakap merah, dan entu saja nemo!! well, here some pictures over to you..

(briefing sebelum turun)

















 (lagi asik nyelam, blup..blup..blup..)





















salah satu keaneka ragaman hayati di dasar laut pulau badi.. (belum tau nama speciesnya apa, hhehe)

















Dermaga pulau badi..

















clown fish alias nemo!! ^_^


Minggu, 17 November 2013

kisah di penguhujung malam

16 november 2013.
sabtu malam, yang mestinya menjadi salah satu jatah istirahat saya dirumah dengan terpaksa di sita oleh kewajiban menjalankan tugas. Tapi dipenghujung malam, ketika lelah dan letih berbaur dan mata sudah setengah terpejam, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan salah satu kawan baru. ternyata perbincangan kami berlangsung hangat, meskipun saya lebih banyak menyimak rentetan cerita yang mengalir darinya. 

ia bernama Najib, entah nama lengkapnya siapa saya  belum tahu. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam tiap detail ceritanya, ia merupakan sosok yang hebat meski usianya setahun lebih muda dari saya. Malam itu saya belajar bagaimana menetapkan hati pada hal-hal yang kita pelajari, bagaimana menimbang mudharat dan manfaat suatu pekerjaan yang kita lakukan, hingga saya belajar bagimana bersikap ikhlas terhadap keputusan yang telah ditetapkan untuk kita walau itu bukanlah pilihan yang kita inginkan. 

Ketika itu, saya bisa merasakan dengan jelas aliran semangat pada tiap penekanan kata dalam kisahnya, yang menjalar dan membuatku merinding. Tentang keinginannya belajar bahasa yang sayang sekali tidak bisa ia dapatkan karena di pelosak ambon amat susah mendapatkan guru. Tentang bagaimana ia akhirnya mampu menyadarkan teman-temannya dan menata sekolah pelosok yang dulunya bahkan tak dikenali sebagai sekolah. Tentang betapa kecewanya ia ketika peluang untuk kuliah di Al-Azhar raib akibat tidak mendapatkan idzin dari orangtuanya hingga akhirnya ia mulai belajar menerima dengan ikhlas. Tentang hadiah indah yang telah disiapkan untuknya yang merupakan buah dari keikhlasan. Hingga tentang semangatnnya untuk berbagi. 

lebih dari itu, ia sosok yang menginspirasi. Tapi sayang sekali percakapan kami terputus karena waktu yang semakin larut. semoga saya masih diberikan kesempatan untuk berbincang dengannya lagi, dan dengan orang-orang hebat lainnya. Amiin. ^_^

Kamis, 14 November 2013

serinai hujan

hujan,
lagi-lagi saat hujan.
ketika rintiknya jatuh dan dingin memeluk pundak, sebuah kisah kembali terukir.
di dalam sinipun hujan, deras tapi mampet.
kala nafas memburu, peluh bercampur air padu sudah,
jemari gemetar menggenggam payung hitam, mengikuti arah keranda.
ditengah kalut dan kelabu, kujumpai segenggam warna, secuil bahagia dan setumpuk rindu.
hanya sesaat,
meski sepintas, elusan tangannya di kepala ini sedikit melegakan.

sudah berbilang tahun kita tak berjumpa kak.
ternyata aku masih menikmati tiap peratian bahkan olokan kalian.
dia yang seenak jidatnya memangilku nenek lampir,
atau dia yang menesehatiku untuk menulis surat cinta dengan tinta biru,
atau dia yang selalu membantu mengerjakan tugas ku.
kalian kak.

elusan itu membuatku sadar,
tak akan ada lagi olokan dan teriakan saling mengejek,
tak akan ada lagi cubitan dan tarikan rambut.
hmm, kalian mungkin menganggapku telah tumbuh dewasa.
seperti kalian yang mulai menjalani hidup kalian masing-masing.
I do understand kak.
tapi tak dapat kupungkiri ketika kalian pergi, semuanya sepi.
dan sekarang? mungkin tak ada lagi alasan untuk kembali berkunjung.
diapun telah pergi kak.

aku merindukan kalian.

Jumat, 08 November 2013

Every single thing

kamu, may I call you kawan? ^_~
akan kuceritakan banyak hal, jika saja kau tak keberatan menyimak.
baiklah, mungkin tak semuanya.
tapi akan kukisahkan tentangku, tentang eksotis dan indahnya negeriku, dan mungkin saja tentang dunia, dan yang lebih penting -tentang kita- jiaaa.. (kita? siapa?) :-P
okay, okay.
ini tentang perjalananku, dan tenpat-tempat kakiku pernah menapak. akan ku kisahkan semuanya, agar kisahnya tak hanya menjadi kenangan yang mungkin akan terlupakan. jadi, kencangkan sabuk pengaman kalian, 'cause we are gonna travel the world!! (hiperbolis, hhehe biarin! :-P)


Bira

3 November 2013.
Matahari bersinar garang, dan kami sesekali tertunduk karena silaunya sinar mentari yang berpendar dan memantul-mantul dari butir-butir pasir putih dan air laut yang jernih. Meski terik, tidak ada alasan untuk tidak menantang matahari ditengah indahnya panorama pantai pasir putih Bira, Bulukumba, Sulawesi selatan.

Ini dia beberapa pose narsis yang sempat di abadikan.. hehe..



Pasirnya tidak hanya putih, tapi juga sangat halus seperti tepung! kita tidak akan bosan berlama-lama membenamkan kaki dalam tumpukan pasirnya.















here we are, berpose sebelum berangkat snorkeling di tengah laut..

FYI, jika kalian ingin merasakan sensasi berenang dengan penyu, di sini juga terdapat tempat penangkaran penyu, tepatnya di tengah laut. untuk akses kesana kita bisa menggunakan jasa boat atau perahu laiinnya (tp bukan banana boat!) dengan tarif satu perahu kurang lebih tiga ratus sampai tiga ratus limapuluh ribu rupiah, tergantung seberapa handal anda menawar.
 tapi itu belum termasuk ongkos masuk dalam penangkaran, kalian akan dikenakan biaya sekitar 30-35 ribu lagi untuk bisa berenang dengan penyu-penyu.. hmm, tidak ada yang gratis men! :-P


Pantai bira dari tengah laut. ^_^

Snorkeling!!
seperti berenang dalam botol air mineral, jernih! karangnya beragam, terlebih ikan-ikannya!

tapi nyesek! saya tidak membawa persiapan berenang standar, apalagi kamera underwater. :'(
jadi meskipun pemilik boat menyediakan empat alat snorkeling, tetap saja alatnya mesti digilir..

ini akibat dari terburu-buru berangkat, dan rencana yang tidak matang, mana persiapan dana sangat pas. hohoho.

tapi tak apa, setidaknya ada alasan untuk kembali ke tempat ini dilain waktu, dengan persiapan dan perlengkapan yang lebih baik! ^_^

Minggu, 27 Oktober 2013

Tanpa Judul

Harus ku akui bahwa sulit memutuskan untuk mengakhiri sebuah kebiasaan. Namanya juga terbiasa, memutuskan untuk berhenti terbiasa rasanya seperti kehilangan sesuatu. selalu ada yang aneh. seperti sekarang, mungkin ini akan menjadi yang terakhir setelah puluhan tulisan cengeng dan penuh keluhan dalam blog ini. aku memutuskan untuk tidak akan menumpahkan keluhan, protes, atau hal-hal cengeng lainnya di blog ini, tidak juga pada siapapun. (kalian boleh berteriak horee sekencang-kencangnya karena kalian akhirnya terbebas dari tulisan-tulisan egois tidak penting ku). 
Aku sepenuhnya sadar kalau setiap orang pastilah punya masalahnya masing-masing, dan maaf karena selama ini tulisan-tulisan tidak pentingku mungkin terpaksa kalian baca dan mungkin sedikit menambah masalah pada kalian, (meskipun saya tidak pernah memaksa kalian untuk membacanya). Aku juga tahu kalau tidak semua orang mau menyimak meskipun mereka bisa mendengar, jadi untuk apa repot-repot bercerita? 
Once I read that, "tersenyumlah maka dunia akan ikut tersenyum, dan jika kau bersedih maka kau akan menangis sendiri". iyakan? memangnya kalian mau ikut-ikutan nangis? memangnya kalian mau nambah masalah? memangnya kalian rela waktunya habis hanya untuk mendengar cerita yang tidak pernah penting? sudahlah, aku atau mungkin kalian juga terbiasa mendengar ungkapan "itukan derita mu!" so, who's care about something? nobody! 
biarlah semua ku simpan sendiri, mungkin semuanya hanya akan mengendap atau sesekali luluh dalam isak diam. mungkin rasanya akan seperti gatal yang tidak bisa digaruk, hmmm can you imagine that? hahaha..
So, this will be the last.
Thanks. ^_^

Kamis, 24 Oktober 2013

I DO!

It's just a wishful thinking.
so what's wrong?
but I know that it's totally useless.
it's not something that i need, i just want it.
and it's clearly different.

it's just much up my mind!
i don't know how this thing is harder than usual.
It was easy to give several logic reason.
I did rather well.
but now?
I wish I could be more patient.
d*mn it!

Minggu, 06 Oktober 2013

Welcome!

Terimah kasih.
Setelah kering dan terik,
akhirnya rinai ini kembali menyapa.
membersihkan atmosfir yang begitu menyesakkan.
menyuguhkan sejuk dan sendu,
menyembuhkan sembilu.
mengabarkan gembira.


"Hujan yang bermanfaat" Amin.

Kamis, 03 Oktober 2013

friend in silence.

Hei kau.
Iya, kamu.
kemarilah dan duduk di depanku.
jika saja kau bisa mengindera,
karena aku hanya ingin mengutarakan semuanya lewat tatap.
karena lidah terkadang keterlaluan dan tulisan biasanya hiperbolis.
tapi bagaimana lagi?
bagaimana harus ku bertingkah?
sepertinya ini semakin runyam.
karena aku sebegitu egoisnya,
dan puluhan kalimat menuntut kesempurnaan seakan menari dalam kepalaku.
kalimat itu seakan mengejek ku.
aku?
iya, pantaskah kala aku sendiri tersasar dalam ruang imajinasi?
dunia yang ku ciptakan sendiri?
dan tak sadar jika aku hanya menuntut aku, diriku sendiri.

hei kau,
jangan paksa ku untuk meminta dua kali.
sudah kukatakan susah untuk memperkecil ukuran ego-ku.
jadi tetaplah disini.
ditempat ini.
tolong jangan pernah paksa ku untuk memohon,
duduklah lebih lama,
karena bisa saja tak ada lagi waktu yang lebih lama
temani aku, ya?
meski tak ada kata yang terucap.
itu sudah lebih dari cukup.
entah, bagaimana.
aku rindu.
kamu.




(ini hanyalah sepenggal rasa yang berceceran dalam tiap derap langkah tergesah, hanya sepotong asa dalam letih tak terperih, atau mungkin hanya coretan yang tak termaknai)

A letter in a bottle

You’re not the best, you’re just special

Kau resmi menanggalkan angka belasan di usiamu.
Semoga syukur adalah kata pertama yang terucap,
saat kesempatan untuk menghirup udara masih bisa kita nikmati.
Bertambah usia dalam hitungan kita, berkurang pula usia dalam hitungan-Nya.
Semoga detik ini dan menit-menit berikutnya,
dapat menjadikan kita lebih tegap berdiri dengan tunduk dijalan-Nya.
Semoga usia kita dipanjangkan,
Agar dapat lebih bersyukur,
Agar dapat lebih bermanfaat,
Dan tentu saja agar dapat lebih memperbanyak ibadah karena-Nya.
Dan sekarang marilah kembali bersyukur karena kita masih diberi nikmat Iman, dan semoga tak pudar hingga detaknya berhenti.
Amin.

September, 2013.

What I've done?

Ibarat menulis surat lalu menggulungnya dan dimasukkan kedalam botol, kemudian melemparnya sekuat tenaga menuju ombak yang kemudian menghempaskannya ke sudut pantai lain.
Sebesar apapun harapan akan surat itu sampai pada orang yang dituju, tetap saja kemungkinnya hampir mustahil surat itu ditemukan oleh orang yang dimaksud. Bisa saja suratnya tak pernah mencapai pantai, hanya mengapung ditengah lautan, terjerat bersama sampah lainnya. 

dan rasa ini seperti buih ombak yang lebur menghempas karang dan pasir pantai. Berderai tanpa sempat sadar kalau jutaan gelembung kecilnya telah meletus dan raib. 
lalu apa gunanya merangkai kata jika suratnya tak akan pernah sampai ten? It was too late.





Minggu, 29 September 2013

Exhausted


























I do miss this place somehow.
when i could only be with myself
watched the sun appears and magically the tip of corn flowers were sparkling.
feel the wind blew, and drops of the rain.
thinking about many things and every things and might be realized several things.
pretended that every things okay.
only to got myself smiling.
i wasn't tricking myself, it was only a rest.
and i need it right now. Somehow.


Selasa, 24 September 2013

2nd. Bromo.

Journey to the crater of Bromo. Selang seminggu setelah menikmati pemandangan dari puncak kelud, kembali kami melakukan traveling ke target selanjutnya, Bromo. Selain kawah, Bromo juga terkenal dengan sunrise spotnya yang menyajikan panorama sunrise yang menawan, dan tentu saja kami juga tidak ingin ketinggalan kesempatan menyaksikan sunrise dari ketinggian sekitar 2000m dpl. Maka, jadilah kami berangkat dari Pare, Kediri sekitar pukul 9 pm dengan bantuan jasa travel. sebelum berangkat, tentu saja kami melakukan beberapa persiapan seperti berburu jaket tebal tpi murah (^_~), menyediakan logistik, sampai tidak lupa membawa selimut dan bantal (untuk tiduran diatas mobil) dan alhasil kami terlihat seperti keluarga yang akan pindah rumah. maklum, ini perjalan kami yg pertama ke bromo (semoga bukan yg terakhir, amiin) dan kami agak parno dengan komentar orang-orang yang sudah ke bromo sebelumnya yang katanya bertemperatur rendah, jadi sebaiknya menyiapkan jaket, kaos tangan, kaos kaki, syal, dan kupluk.

Tiba di kawasan Bromo dini hari dan komentar orang-orang ternyata benar, dingiin! dan kami lebih kaget lagi mendengar komentar ibu-ibu dan bapak-bapak yang jualan kupluk, katanya di atas (sunrise spotnya) dua sampai tiga kali lebih dingin dari tempat kami sekarang. -_-"

kami tiba di sunrise spot terlalu cepat sepertinya, karena kami masih harus menunggu sekitar satu jam lebih sebelum sunrise. Tapi di tempat itu kami disuguhi pemandangan langit malam yang bertabur bintang. Malam itu, bulan berbentuk sabit dan jutaan bintang berpendar di pekat langit. Pemandangan yang sangat susah untuk dinikmati di kawasan perkotaan akibat polusi cahaya. Duduk manis sambil menikmati gugusan bintang kedengarannya indah, but i've told you that it's hard to do! well, kami tidak bisa hanya duduk diam sambil menatap langit pada suhu yang se-ekstrim ini. Diam beberapa menit saja berhasil membuat kami menggigil. That time, I couldn't feel my toes! jadilah kami mondar-mandir, lompat-lompat tidak jelas, dan menatap iri pada turis-turis bule yang hanya mengenakan pants dan nampak tidak kedinginan sama sekali.
Berikut beberapa foto hasil jepretan kemarin, sayangnya saya lupa mengambil file fotonya pas moment sunrise.

Sunrise spot, beberapa menit setelah sunrise. Beruntung karena cuaca cerah dan kami bisa melihat beberapa pemandangan lain seperti kawah bromo dan puncak semeru.


Setelah dari sunrise spot, kami mengunjungi beberapa lokasi lain di kawasan wisata Bromo dengan mengendarai jeep. (FYI, jika menggunakan jasa travel, jeep sudah termasuk dalam ongkos travelnya).

Lokasi ini adalah tanah lapang yang sangat luas (lupa namanya apa >_<), ditumbuhi beberapa tanaman seperti ilalang dan lainnya.

We're not the seven icon.
Dari kiri ke kanan, Lia, Tenri, Dewi, Rukman (the only guy that we had, but is he a real guy? :-/ hehe), Nuris, Fifi, dan Eka. ^_^


Lokasi berikutnya terkenal dengan nama pasir berbisik. Mengapa demikian? bukan karena pasir didaerah itu bisa berbicara, tapi tempat tersebut pernah dijadikan lokasi pemutaran film dengan judul "pasir berbisik". demikian legendanya.

Moment ini pas saya sedang berusaha mendaki bukit pasir dengan agak susah, naik selangkah, merosot lagi beberapa langkah. -_-".







 Ini dia kawah Bromo.. Untuk dapat sampai ke atas sini, kami melalui jalur pendakian tangga, ada sekitar dua ratusan anak tangga yang harus dilalui untuk sampai ke bibir kawah, lumayan melelahkan. 


Tapi selain melalui tangga, kawah bromo juga menyediakan "perosotan raksasa" bagi kalian yang ingin menguji seberapa besar nyali anda untuk main perosotan, dan kami salah satu yang ikut main waktu itu. Tapi sebetulnya saya waktu itu turun sambil jalan seperti kepiting, alias jalan menyamping dan yang meluncur bebas hanya tas ransel kesayangan saya yang akhirnya kotor berlumur pasir. 


Setelah keliling kawasan wisata Bromo, kami ke wisata air terjun Coban Rondo, Malang, sebelum kembali ke pare. 


Masih sempat main tembak-tembakan, lima kali kesempatan nembak tapi tidak satupun yang berhasil kena sasaran, hmm. payah. Padahal mimiknya sudah (sok) serius. :-P









That's all the story this time, semoga masih diberi kesempatan berkunjung ke tempat-tempat indah lainnya dan berbagi di blog ini. ^_^

Senin, 23 September 2013

1st

Tulisan ini hanya untuk mengingatkan diriku sendiri kalau ini betul bukan hanya sebuah mimpi.

Berdiri di puncak ternyata bukanlah hal yang mustahil, meski tak mudah. Tak peduli walau ini bukanlah puncak tertinggi, atau ini bukanlah puncak mahameru, jayawijaya, fuji, atau bahkan bawakaraeng. Walau daftar gunung barusan masih tetap dalam list agenda traveling berikutnya, next time, who knows?
Tak peduli walau hanya mendaki tangga, bukan jalan terjal di iringi semak. Ini tetaplah puncak.

Gunung kelud, Jawa Timur. Pendakian (tangga) pertama. Bermodalkan keinginan kuat (baca: nekat), kamera pocket, motor sewaan, dan tentu saja (lagi) berhasil mengajak (baca: memaksa) my beloved friend (:-P). sorry men i've forced you over and over, but i was enjoy it. hehe. ups. 

Bukan soal menaklukkan puncaknya, tapi menguji keteguhan. Berpijak di puncak tidaklah dalam selangkah. we were fasting, and that was noon, and now i'm thinking that it was little bit crazy, but fun ofcourse! 

Here the stairs that we've climbed. Awalnya melangkah mantap, nafas normal, bibir masih tertarik dan melengkung kebawah. puluhan anak tangga berikutnya, langkah mulai melambat, ratusan langkah setelahnya dada kembang-kempis, mulut ikut-ikutan menghirup udara, ritme jantung menggebu, adrenalin mengingkat, dan hei ada candu bernama euforia yang juga membesar seiring jejak kaki yang tertinggal di setiap anak tangga.


Here I am. I got a feeling that i couldn't ever describe how it looks like. I could enjoy the silence, or heard the wind blew, and the bird sang, and also the guy talked. 




Terima kasih untuk udara yang masih bisa kuhirup, untuk kaki yang masih kuat berpijak, dan untuk setiap kesempatan melihat tanda-tanda kebesaranMu.

also for you too, I realize that I did a lot of mistake, but even, I gotta say this.
Thanks men. 

Selasa, 17 September 2013

17-9-13

Oh dear, biar ku kisahkan pertemuanku dengan seseorang hari ini.
Dia agaknya seorang anak kecil.
Ya, seorang kanak yang mendapatkan hadiah kelereng.
Ini kali pertama ia bermain kelereng,
binar matanya adalah ungkapan senangnya akan kelereng yang berputar-putar canggung dijemarinya.
Kelereng itu diputarnya, digelindingkan, hingga dihempas dan ditangkapnya kembali.
Hingga seakan tak adalagi yang lebih menarik perhatiannya dibanding benda bundar yang ia mainkan sekarang.
Perhatikanlah kawan, bagaimanakah kalian dapat bercerita padanya?
Maka cukup diam dan lihatlah ia bermain.
Tak apa, cerita kalian tentang perang dan negeri antah berantah masih bisa menunggu, mungkin.
Jika kisah itu masih dianggap penting.
Begitulah, ia agaknya seorang anak kecil.
Maka cobalah belajar, belajar memaknai.
Pemahaman yang benar.


Senin, 16 September 2013

I miss the rain.
a drop drops, then lots.
and this frame gets fresh.
I wont never missing it,
but i miss the rain.

Senin, 09 September 2013

Untuk mengenal Sang Pencipta, terlebih dahulu harus mengenali diri sendiri.
Untuk mengenali diri sendiri, terkadang we need to be alone.
dan mencermati sama sekali berbeda dengan menghayal.

Minggu, 08 September 2013

weekend!! ups, just share #3.

bagaimana kabarnya training jogging ku kali ini? haha, tidak baik-baik saja, alias saya kembali bolos saudara-saudara. Ini karena godaannya berat men, diajakin ke pantai subuh-subuh.. wuaaa, mana tahan men.. hahaha..

nah lo, joggingnya kan sore terus kenapa mesti bolos padahal kepantainya subuh? :-/
well, for your information, jarak tempuh pantainya, sebut saja "Puntondo" sekitar dua sampai dua setengah jam (Makassar-Takalar-Puntondo) men, jadi even perginya jam enam-an di tambah ngaret beberapa jam di posko KKN nungguin semua personil lengkap, sampai di lokasi tujuan matahari sudah di atas kepala, menikmati pantai, makan, keluyuran dan lain-lain juga menghabiskan beberapa jam dan alhasil tiba kembali di Makassar sekitar jam lima lewat (p.m)

but even, it was fun!
entah sudah berapa bulan saya tidak mengapung-apung di atas air dan akhirnya kemarin setelah berhasil menghasut salah satu teman ku, one of my couple in crime supaya rela menemani saya berbasah-basahan (ups, sorry nu..but you were also enjoy it aight? haha..) saya akhirnya bisa nyemplung ke laut!! say hi sama ikan-ikan, ada nemo, dori, patrik, spongebob, ikan yg mulutnya monyong, berusaha menghindari banyaknya koloni bulu babi yang bulunya hitam panjang-panjang, liat karang-karang warna-warni.. wuaa, underwater scenery never get me bored!! nyesel juga knpa saya tidak bawa casing camera underwaternya, jadi tidak bisa bebas jepret-jepret di bawah air.. :(

tapi tak apa, hasil jepretan di darat juga not too bad-lah.. hoho..
here it is..




 ini dia hasil hunting kerang pas lagi susur pantai sendiri, it was amazing serasa di private beach.. B-)


here I am, masih sempat foto padahal pak Korcam A-K-A ulil, sudah ngomel-ngomel nyuruh bergegas balik..

 and the last, one of my couple in crime, nunu.. tidak usah tanya kita sudah melakukan crime apa saja ya.. haha, a lots! from a silly till serious crime.. ups.. >_<