16 november 2013.
sabtu malam, yang mestinya menjadi salah satu jatah istirahat saya dirumah dengan terpaksa di sita oleh kewajiban menjalankan tugas. Tapi dipenghujung malam, ketika lelah dan letih berbaur dan mata sudah setengah terpejam, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan salah satu kawan baru. ternyata perbincangan kami berlangsung hangat, meskipun saya lebih banyak menyimak rentetan cerita yang mengalir darinya.
ia bernama Najib, entah nama lengkapnya siapa saya belum tahu. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam tiap detail ceritanya, ia merupakan sosok yang hebat meski usianya setahun lebih muda dari saya. Malam itu saya belajar bagaimana menetapkan hati pada hal-hal yang kita pelajari, bagaimana menimbang mudharat dan manfaat suatu pekerjaan yang kita lakukan, hingga saya belajar bagimana bersikap ikhlas terhadap keputusan yang telah ditetapkan untuk kita walau itu bukanlah pilihan yang kita inginkan.
Ketika itu, saya bisa merasakan dengan jelas aliran semangat pada tiap penekanan kata dalam kisahnya, yang menjalar dan membuatku merinding. Tentang keinginannya belajar bahasa yang sayang sekali tidak bisa ia dapatkan karena di pelosak ambon amat susah mendapatkan guru. Tentang bagaimana ia akhirnya mampu menyadarkan teman-temannya dan menata sekolah pelosok yang dulunya bahkan tak dikenali sebagai sekolah. Tentang betapa kecewanya ia ketika peluang untuk kuliah di Al-Azhar raib akibat tidak mendapatkan idzin dari orangtuanya hingga akhirnya ia mulai belajar menerima dengan ikhlas. Tentang hadiah indah yang telah disiapkan untuknya yang merupakan buah dari keikhlasan. Hingga tentang semangatnnya untuk berbagi.
lebih dari itu, ia sosok yang menginspirasi. Tapi sayang sekali percakapan kami terputus karena waktu yang semakin larut. semoga saya masih diberikan kesempatan untuk berbincang dengannya lagi, dan dengan orang-orang hebat lainnya. Amiin. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar