Rabu, 13 Juni 2012

Selembar foto dan sepenggal tentang mu..

Sore ini, saat cahaya menembus tirai kamarku, dengan sengaja ku buka lagi album foto berisi kenangan yang tak hentinya membuat bibirku tersenyum. Kenangan masa-masa SMP, dipenuhi wajah-wajah polos dan senyum yang masih malu-malu. Namun ada satu foto yang sengaja ku pandangi lebih lama dari foto yang lain, potret diriku dan temanku, ya hanya temanku, hmmm memang hanya temanku. Hhehehe..  :-P
Aku lupa siapa yang memotret waktu itu, sudahlah bukan itu yang penting tapi moment dalam foto itu. Diriku dan dirinya hanya berdua meski bukan wajah kami yang menjadi fokusnya, jiaaaa. . . . hmmm, waktu itu kami mengadakan worksop di tanjung, tidak kebetulan kami sekelompok, dan jadilah aku bekerja dengan semangat menggebu dan hati yang riang walau terik membakar kulit, asalkan bisa terus bekerjasama dengan dirinya, hhohohoho. . . tak kupungkiri waktu itu aku selalu suka berada di dekatnya meminjam apa saja yang bisa ku pinjam darinya asalkan aku berbicara dengannya, dan parahnya sengaja tidak mengembalikkan barang yang ku pinjam hanya agar dia terus menayakannya padaku, ckckckck. . .
Kalau aku mengingat masa itu sekarang, terkadang aku heran, bagaimana bisa dari jarak yang wajah seseorang sudah samar terlihat aku bahkan tetap bisa menganali kalau itu dirinya! Postur tubuhnya, cara berjalannya, senyumnya, mimiknya, tas yang ia kenakan, merek sepatunya sampai setiap detail di buku catatannya, aku tahu! Sebegitu parahnya kah diriku dulu? (sambil geleng-geleng kepala). Tapi aku tidak akan pernah menyangkal bahwa aku merindukan masa-masa itu. Aku rindu ketika dengan sengaja datang lebih awal ke sekolah karena ingin cepat-cepat melihat ia berjalan menuju bangkunya, meletakkan tasnya, berbalik padaku dan bertanya “tenri, PR mu sudah selesai?”, atau ketika bel pulang bergema aku mengulur waktu keluar dari kelas agar bisa berjalan di belakangnya dan memandangi punggungnya, dan juga saat kami berdiri menunggu angkutan umum di bawah pohon caesalpinia pulcherrima. Sekonyol apapun diriku waktu itu, setidaknya bisa membuat ku tersenyum saat mengingatnya.  Sometimes, I do miss you..

Minggu, 10 Juni 2012

Mengapa ada kejahatan jika bumi bisa tentram dengan kebajikan?
Karena semuanya telah di ciptakan berpasangan.
Bumi akan gulita selamanya jika tak ada siang.
Mengapa harus ada pertemuan jika nanti semuanya akan berakhir? Karena begitu pula deretan huruf tak akan menjadi bermakna tanpa adanya spasi. 
Maka ingatlah ketika pertama kali kita berjalan, tak akan kaki kita tegak menapak jika tak ada keberanian kita untuk melangkah, walau tak dapat dihitung berapa kali kita terjatuh.

Semesta punya aturanya sendiri

Hari ini, terik menyengat kulit bahkan tanah pun bercelah. Samar ku dengar bisikan angin yang merindukan hujan. Lalu akupun berujar pada angin kalau aku juga sangat merindukan hujan, aku merindukan hujanku. Hujan yang bangunkan dari lelapku saat pagi telah datang. Rinainya yang mampu sejukkan hariku, bahkan mampu redam galaknya api. Aku rindu saat-saat ku pandangi hujan yang rintiknya jatuh satu-satu, menembus tanah dan mengobati luka tanah bercelah. Ku katakan pada angin, kalau di musim ini aku merana. Aku ingin sekali merasakan sejuknya hujan tapi semesta punya aturannya sendiri.
Sekarang adalah kemarau, dan itu hal yang wajar. Seperti terangnya siang yang ditutupi gelapnya malam, begitu pula hujan. mungkin sekarang belum saatnya hujan turun, tapi aku yakin hujan akan turun pada waktunya karena hujan pun tahu kapan saat yang tepat. Kalaupun siklus hujan sekarang sudah tak menentu, setidaknya hujan akan tetap turun, jika tidak tatanan dunia ini pasti telah rusak. Mungkin ini akan menjadi penantian yang tak menentu tapi mungkin luka ini akan sembuh seiring waktu berlari.
Tak sadar sudah berkali-kali aku menghembuskan nafas berat berharap beban yang menghimpit dadaku ini keluar bersama nafas yang ku hembuskan. mungkin benar kalau aku masih takut, ya sekarang ini aku takut. Aku layaknya anak burung yang belum siap untuk terbang, karena mungkin belum saatnya. Mungkin aku butuh waktu untuk mempersiapkan sayapku agar dapat terentang lebar dan mengepak kuat saat aku terbang nanti. Aku hanya butuh sedikit bersabar untuk dapat taklukkan angin, butuh sedikit keberanian untuk terjun dari ketinggian agar dapat mengepakkan sayap, dan aku butuh keyakinan kalau aku bisa melewati hari-hari tanpa hujan.

Rabu, 06 Juni 2012

tentangku


Ini tentangku, tentang aku menurut diriku. Aku yang sedang mencoba mengenali diriku. Aku, jelas berbeda dengan kalian ataupun mereka, itu yang ku tahu, namun terkadang aku ingin menjadi sama, atau ada waktu ketika aku tidak ingin menjadi diriku. Aku ingin mengenal diriku lebih dari yang kalian kenal, namun terkadang hal itu menjadi sulit saat diriku cemburu pada kalian karena aku lebih banyak bersama kalian. Aku, raga yang didalamnya bersemayam roh, aku memiliki emosi, ekspresi, namun begitu pula kalian. Aku menghirup udara sama dengan yang kalian hirup, aku memiliki cerita begitu pula kalian, lalu siapa aku?
Sungguh, bahasa langit belum mampu ku terjemahkan..

hmmmm...

hujan, apakah dia jatuh bagai butiran ataukah seperti benang yang tak putus-putus, entahlah. apapun itu aku suka hujan. dinginnya, suasananya, terlebih jejaknya.
:)