terserah berapa banyak kata "me-rendah-kan" ataupun ungkapan "me-nyangsi-kan".
do you think I am gonna care? BIG NO!
ini memang tentang rasa, tapi bukan dan tidak akan pernah sama dengan rasa picisan itu.
ini bukan tentang ketidak jelasan ataupun "trend" yang sedang menggila.
hanya saja pemaknaan saya dan kalian berbeda.
rasa ini anugrah, nikmat yang teramat indah.
namun bukankah Tuhan tau kapan waktu yang tepat?
saya tidak ingin mengotori hadiah ini dengan noda, walau setitik gombal.
terserah kalian akan menyimpulkan seperti apa, itu hak kalian.
dan saya tidak mungkin memaksakan kalian untuk mengerti.
itupun tergantung pemaknaan kalian.
saya hanya tidak ingin terjebak dalam trend galau yang tidak jelas.
saya tidak ingin merendahkan hal-hal yang seharusnya sakral.
sungguh, tiap mahluk memiliki rasa pun saya.
namun ini beda.
saya memang mencoba untuk menjadi beda.
karena special selalu berbeda.
tapi menjadi berbeda sungguh sangat susah.
ketika harus menghadapi cibiran dan kata-kata "sok"
ketika harus menyibukkan diri sebelum perasaan mengendalikan akal.
ketika konsistensi berperang melawan kesempatan.
mengapa tak kutambatkan saja rasa ini pada satu pilhan?
mengapa tak menjadikan Hadist saja sebagai pembenaran?
mengapa tak menjadi wanita (yang menurut kebanyakan dari mereka) normal saja?
mengapa tak melunjak-lunjak cemburu?
karena pilihannya telah tertulis dalam kitab yang tak mungkin salah, hanya berteman sabar dalam menunggu.
karena saya (akan selalu belajar) menghormat pada kebenaran, bukan pembenaran.
karena normal menurut persepsiku berbeda dengan kalian.
karena tak ada satupun alasan untuk saya mengatur dan mencampuri urusan kalian, karena rasa ini ku jaga bukan untuk menjadi cemburu pun pada orang yang belum berhak saya cemburu-i.
karena ini bukan tentang rasa pada sepenggal kalimat.
bukan rasa yang punya batas kadaluarsa, setahun-sebulan-atau bahkan seminggu.
bukan rasa yang menggantung pada kata "putus"
bukan rasa yang menggadaikan ikhlas dengan pujian.
sungguh, rasa ini beda.