Lokasinya berjarak sekitar dua jam perjalanan dari batas kota Makassar-Gowa. Desa ini masih termasuk dalam kabupaten Gowa Sul-sel, dan saya yang berdomisili di kabupaten Gowa ini feels like am i really stay in here! betapa tidak, saya kadang merasa takjub sendiri melihat pemandangan alam yang masih begitu asri di sepanjang jalan menuju desa Parangloe, saya tidak menyangka kalau ternyata masih ada tempat yang tersisa untuk luasnya padang rumput dan indahnya bukit hijau yang meliuk-liuk di kirai-kanan jalan. Waktu itu saya dan rombongan berangkat agak sore, jadi selain hijau rumput dan bau basah setelah hujan gerimis, kami juga ditemani dengan background sunset dengan langit dan awan jingga kemerahan. Kami memilih jalur dengan waktu tempuh yang agak jauh, yaitu melewati tempat yang bernama "Tanah Karaeng" agar kami bisa menikmati pemandangan yang mungkin sudah hampir punah di kota-kota berkembang.
Nah, here present some pictures of the waterfall..
Nah, here present some pictures of the waterfall..
ini dia the big bos a.k.a k'akbar yang ternyata nyadar kamera..
Well, disinilah air yang terjun bebas itu mulai mengalir. dan ini Mr. Najib Rese' tiba-tiba loncat dan buat semua lumpur plus lumut didasar air mengambang!!
Landscape yang dapat dinikmati dari lantai paling atas air terjun Parangloe yang bertingkat tiga..
Menikmati kecipak air sejuk dibawah mentari yang mulai menghangat..
Ini k'ipul yang lagi sibuk menyiapkan sarapan..
dan ini dia aliran air yang tak henti-henti jatuh, berdebum, dan mengalir, menyusup melewati bebatuan, meresap kedalam tanah, dan terus mengalir...
What a beautiful! ^_^
Well, see ya in the next story, in the others great place!! ^_^