Oh dear, biar ku kisahkan pertemuanku dengan seseorang hari
ini.
Dia agaknya seorang anak kecil.
Ya, seorang kanak yang mendapatkan hadiah kelereng.
Ini kali pertama ia bermain kelereng,
binar matanya adalah ungkapan senangnya akan kelereng yang
berputar-putar canggung dijemarinya.
Kelereng itu diputarnya, digelindingkan, hingga dihempas dan
ditangkapnya kembali.
Hingga seakan tak adalagi yang lebih menarik perhatiannya dibanding
benda bundar yang ia mainkan sekarang.
Perhatikanlah kawan, bagaimanakah kalian dapat bercerita
padanya?
Maka cukup diam dan lihatlah ia bermain.
Tak apa, cerita kalian tentang perang dan negeri antah
berantah masih bisa menunggu, mungkin.
Jika kisah itu masih dianggap penting.
Begitulah, ia agaknya seorang anak kecil.
Maka cobalah belajar, belajar memaknai.
Pemahaman yang benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar