Senin, 23 September 2013

1st

Tulisan ini hanya untuk mengingatkan diriku sendiri kalau ini betul bukan hanya sebuah mimpi.

Berdiri di puncak ternyata bukanlah hal yang mustahil, meski tak mudah. Tak peduli walau ini bukanlah puncak tertinggi, atau ini bukanlah puncak mahameru, jayawijaya, fuji, atau bahkan bawakaraeng. Walau daftar gunung barusan masih tetap dalam list agenda traveling berikutnya, next time, who knows?
Tak peduli walau hanya mendaki tangga, bukan jalan terjal di iringi semak. Ini tetaplah puncak.

Gunung kelud, Jawa Timur. Pendakian (tangga) pertama. Bermodalkan keinginan kuat (baca: nekat), kamera pocket, motor sewaan, dan tentu saja (lagi) berhasil mengajak (baca: memaksa) my beloved friend (:-P). sorry men i've forced you over and over, but i was enjoy it. hehe. ups. 

Bukan soal menaklukkan puncaknya, tapi menguji keteguhan. Berpijak di puncak tidaklah dalam selangkah. we were fasting, and that was noon, and now i'm thinking that it was little bit crazy, but fun ofcourse! 

Here the stairs that we've climbed. Awalnya melangkah mantap, nafas normal, bibir masih tertarik dan melengkung kebawah. puluhan anak tangga berikutnya, langkah mulai melambat, ratusan langkah setelahnya dada kembang-kempis, mulut ikut-ikutan menghirup udara, ritme jantung menggebu, adrenalin mengingkat, dan hei ada candu bernama euforia yang juga membesar seiring jejak kaki yang tertinggal di setiap anak tangga.


Here I am. I got a feeling that i couldn't ever describe how it looks like. I could enjoy the silence, or heard the wind blew, and the bird sang, and also the guy talked. 




Terima kasih untuk udara yang masih bisa kuhirup, untuk kaki yang masih kuat berpijak, dan untuk setiap kesempatan melihat tanda-tanda kebesaranMu.

also for you too, I realize that I did a lot of mistake, but even, I gotta say this.
Thanks men. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar