Ada sensasi aneh yang menguasaiku,
Seperti luapan hormone adrenalin yang mengalir
terus-menerus,
Menjalari sekujur tubuhku.
Terlebih ketika kurasakan dingin menjalar dari
jemariku,
Yang berpindah dari kaca berembun.
Mereka tampak kecil di bawah kaki ku.
Ini barulah lantai Sembilan sebuah gedung,
Pun masih dibatasi oleh kaca dan belum kurasakan
dinginnya angin yang berhembus.
Aku, dan mimpiku.
Berhayal kalau saja tempatku berpijak sekarang
adalah puncak bukit
Dengan lembah bagai tak bertepi.
Kan kubiarkan angin menghempas bebanku.
Dan kaki kecil ini akan tetap kokoh seperti aku
menggenggam mimpi ini.
Nurhikmah
Tenripada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar