Jumat, 28 Desember 2012

bukan ANEH!


Lagi, dengan senyum yang sama pun pernyataan yang sama.
Kan ku kisahkan padamu, tentang perbedaan yang kau tafsir,
Atau hal yang kau sebut “aneh”
Tentang ingin dan anganku.
Jika saja aku bisa memilih, jalan tanpa alas kaki di atas rumput yang berembun tak masalah menjadi kegiatan rutinku ketimbang jalan di atas lantai keramik licin dengan kaki indah yang ditopang high hills. Bayangkan sejuknya embun yang meresap kepori-pori telapak kakimu, dan empuknya rumput yang kau pijak. Tidakkah kau rasakan damainya?
Cantik. Akupun memiliki persepsi sendiri. Cantik bukanlah wajah yang di usap bedak, bibir yang di poles lipstick, pipi yang di taburi perona, atau bulu mata tambahan yang memberatkan kelopak mata. Cantik itu alami, ia indah. Tak butuh tambahan, karena ku yakin setiap ciptaanNya indah. Wajah segar yang di basuh air wudhu adalah wajah yang terindah menurutku, ia bercahaya. Cantik.
Alam dengan segala keteraturannya yang kompleks merupakan pemukiman megah dari yang terelit. Pepohonan dan semak yang menghutan sebagai sumber oksigen, bebas dari polusi kenalpot atau gas pengganggu lainnya. Tanah subur jadi pasar harian tempat memanen sayuran segar bebas bahan pengawet, sungai dengan riak air jernih yang menenangkan lebih dari sekedar musik relaksasi, kabut dan hujan yang berpadu bahkan lebih romantis dari kafe remang hingga gelap. Dapatkah kau hayati kuasa sang Pencipta dalam lembut semilir angin di sela-sela dedaunan? Adakah kau sadari kehadiranNya dalam ritme denyut jantung dan setiap tarikan nafasmu? Dan kau akan sangat terpukau oleh CiptaanNya dengan berdiri tegak di puncak gunung, menyadari bahwa kau begitu kecil dan amat sangat kecil di bawah langit yang tak berbatas. Atau ketika kau salami dalamnya samudra, maka kau akan bergidik meresapi keajaiban kuasaNya.
Lalu kaupun meragukan keistimewaanku sebagai wanita, memangnya kenapa dengan statusku sebagai seorang wanita? Lihatlah bunda Nusaibah binti Ka’ab yang ketangguhannya sebanding dengan seribu laki-laki dan Khaulah binti Azwar yang dengan gagah perkasa turut mengayunkan pedang untuk berjihad. Tak ada larangan bagi wanita untuk menjadi tangguh bukan, namun tetap tak mengesampingkan keanggunannya sebagai seorang wanita.
Aku, punya landasan akan ingin dan anganku yang lebih dari sekedar khayal. Jadi sekali lagi kutegaskan, ini tidaklah ANEH. Inilah aku apa adanya diriku.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar