Adakah diantara sekian banyak manusia yang ingin berbagi dengaku?
Namun yang ingin kubagi adalah beban yang berat menindih pundakku, letihku, tangisku, keluhku.
Sudikah?
Meluangkan waktu untuk mendengar kisahku, kagumku pada tatanan alam, amarahku, atau mungkin egoku.
Adakah kau yang mau sejenak mengukir senyum di wajah masam ini?
Mengertikah kalian,
Angan ini berada di puncak tertinggi nun jauh sana.
Namun raga ini terpasung oleh kerangkeng aturan dan gembok-besar pamali.
Salahkah?
Apa karena aku wanita lantas tak punya hak istimewa seperti anak lelaki yang bebas mengembara?
Lantas apa arti dari pepatah “tuntutlah ilmu sampai negeri cina”? kalau hanya mengagumi megahnya langit malam diluar pintu rumahpun tak boleh?
Mengertilah,
Bukankah kau pernah berucap kalau aku adalah emas?
Emas yang terkubur dalam lumpurpun tak ada gunanya.
Bukankah kau menginginkan benihmu tumbuh dan mewarisi sifatmu?
Lalu mengapa masih saja kau rentangkan larangan yang mencekik?
Aku selalu ingat kisahmu tentang magisnya kuasa Sang Pencipta yang kau nikmati di puncak sana, tentang betapa luas kuasa-Nya saat kau salami dalamnya lautan.
Ingatlah,
Aku adalah benihmu.
Kode genetik yang kau wariskan ada padaku, dan itu mutlak.
Lalu apa yang kau sangsikan dariku?
Apa yang membuatku berbeda darimu,
hingga tak kau idzinkan untuk mengecap indahnya kuasa Sang pencipta?
I need a peaceful place without crowded.
I need a place to be with myself.
I need a friend to share.
‘cause I’m too tired to endure it alone.
I need it.
WebRep
Overall rating
This site has no rating
(not enough votes)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar