Senin, 24 Desember 2012

wanna dance in the rain


Lagi, kunikmati butir-butir kecil yang tumpah ruah

Jatuh dan mendarat di kulitku, tanganku, wajahku.

Sejuk.

Bisa saja aku menari dibawah derasnya hujan,

Berlari dan membiarkan angin menerpa wajahku,

Andai saja kemarin aku belumlah seorang gadis.

Hmm, pun aku masihlah kanak-kanak,

Tak pernah kurasakan derasnya hujan tumpah langsung di kepalaku.

Hanya rinai yang sempat menyapa jendela kaca ruang tamu,

Ataukah tetesan yang jatuh satu-satu dari atap yang bocor.

Jangan tanyakan betapa rasa cemburu ini begitu besar

Saat gelak tawa mereka yang berlari dibawa hujan terdengar mengejek

Ingin rasanya kaki ini menyelinap dan berlari lalu berbaur dengan mereka.

Namun tidak. Ada sesuatu yang lebih penting yang kata mereka harus kujaga. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar