sederhana.
hanya dengan pemaknaan dan pemahaman yang sederhana.
tidak seperti lembaran buku,
yang catatannya penuh dengan sejarah,
meski menuliskan kisah baru di lembaran berikutnya,
tidak mustahil menyibak ratusan halaman sebelumnya.
karena bahagia itu sederhana.
Selasa, 13 Agustus 2013
Jumat, 02 Agustus 2013
icebreaker
i'm not a good icebreaker.
i could realize it.
'cause actually i am the ice.
i don't know how to break the silence.
i don't know how to make the conversation flows naturally.
i don't know how to make a funny joke.
and i don't know how to impress someone.
i enjoy for every single second in silence.
i'm too busy talking with my self.
but actually, there're a thousands word dangling in my lips.
i would like to share a lot of things.
but i still don't know how to tell.
i'm afraid if i'm not be listened.
i worry if someone getting sick of my story.
i worry if i can't make someone understand, feel, or even imagine what i told.
honestly, i'm so sorry for the silence that i made.
i never mean to make anybody feel guilty.
i'm still learning.
learn to break the ice.
i could realize it.
'cause actually i am the ice.
i don't know how to break the silence.
i don't know how to make the conversation flows naturally.
i don't know how to make a funny joke.
and i don't know how to impress someone.
i enjoy for every single second in silence.
i'm too busy talking with my self.
but actually, there're a thousands word dangling in my lips.
i would like to share a lot of things.
but i still don't know how to tell.
i'm afraid if i'm not be listened.
i worry if someone getting sick of my story.
i worry if i can't make someone understand, feel, or even imagine what i told.
honestly, i'm so sorry for the silence that i made.
i never mean to make anybody feel guilty.
i'm still learning.
learn to break the ice.
Senin, 22 Juli 2013
:)
hari ini,
saat bulan masih menemani pekatnya langit,
dan dingin terasa menyusup dan meresap ke tiap sendi,
ku jejakkan kaki pada tiap tapak yang pasti.
berpijak mantap dia atas aspal yang tak lagi rata,
demi waktu, durasi satu jam tentang ilmu.
today, i learn about a word.
a word that couldn't describe perfectly.
a word, something that can be feel, but can't be seen.
that word is LOVE.
"Love is a white elephant"
Minggu, 14 Juli 2013
I'm sick of "....................."
Rindu.
entah sejak kapan rasa ini mulai mengnganggu.
membuat ku meradang, bahkan terkulai.
Rindu pada hal abstrak yang tak mampu ku gambarkan.
Aku merindu.
teramat sangat.
berdua dengan dirikupun bahkan masih menyisahkan ruang untuk rasa yang mampu menyayat sudut-sudut hati.
menunggui tetes embun jatuh dari daun jagung,
mececap sejuknya hujan,
bahkan menghitung bintang pun tak mampu mengobati sakit yang bernama rindu.
entah sejak kapan rasa ini mulai mengnganggu.
membuat ku meradang, bahkan terkulai.
Rindu pada hal abstrak yang tak mampu ku gambarkan.
Aku merindu.
teramat sangat.
berdua dengan dirikupun bahkan masih menyisahkan ruang untuk rasa yang mampu menyayat sudut-sudut hati.
menunggui tetes embun jatuh dari daun jagung,
mececap sejuknya hujan,
bahkan menghitung bintang pun tak mampu mengobati sakit yang bernama rindu.
Sabtu, 06 Juli 2013
Kota Hujan. ^_^
Semilir angin menyentuh wajahku, memainkan kerudungku. Sejuk.
Bulir keringat yang jatuh satu-satu mulai kering.
Pucuk-pucuk pohon pinus berjejer rapi menghadap ke arahku, memamerkan strobilus- strobilus coklat yang masih bergelantungan.
Ramai kicauan burung dan suara daun saling bergesekan..
Seulas senyum simpul tak dapat ku tahan.
Aku menikmati momen seperti ini,
Saat udara mulai sejuk, dan burung-burung ramai bersiul.
Saat tanah di tumbuhi pohon-pohon raksasa dan hijau menyembunyikan coklatnya.
Sepertinya suasana ini memikat hatiku,
Mengingatkan akan mimpi-mimpi yang belum ku gapai,
dengan landscape gunung yang menjulang,
masih sama, berharap menjejak di puncaknya.
"Ten, untuk jurusan Biologi, kampus ini yang terbaik se-Indonesia"
luluh sudah, ingin ku meluber, seakan merembes ke setiap pori tubuhku.
dan cerita-cerita mengagumkan lainnya membuat ku semakin panas,
mendidih karena bangga.
aku ingin seperti mereka, bahkan lebih.
dan lagi, tempat ini semakin memikatku.
Bulir keringat yang jatuh satu-satu mulai kering.
Pucuk-pucuk pohon pinus berjejer rapi menghadap ke arahku, memamerkan strobilus- strobilus coklat yang masih bergelantungan.
Ramai kicauan burung dan suara daun saling bergesekan..
Seulas senyum simpul tak dapat ku tahan.
Aku menikmati momen seperti ini,
Saat udara mulai sejuk, dan burung-burung ramai bersiul.
Saat tanah di tumbuhi pohon-pohon raksasa dan hijau menyembunyikan coklatnya.
Sepertinya suasana ini memikat hatiku,
Mengingatkan akan mimpi-mimpi yang belum ku gapai,
dengan landscape gunung yang menjulang,
masih sama, berharap menjejak di puncaknya.
"Ten, untuk jurusan Biologi, kampus ini yang terbaik se-Indonesia"
luluh sudah, ingin ku meluber, seakan merembes ke setiap pori tubuhku.
dan cerita-cerita mengagumkan lainnya membuat ku semakin panas,
mendidih karena bangga.
aku ingin seperti mereka, bahkan lebih.
dan lagi, tempat ini semakin memikatku.
Jumat, 21 Juni 2013
reflection.
kamu siapa? tanya ku pada seseorang yang terperangkap dalam kaca.
tapi ia tak menjawab.
hanya saja aku merasa jengah ketika ia harus mengikuti tiap gerikku.
begitu seterusnya hingga membuatku marah.
dan lihatlah, ia menangis!
astaga, aku bahkan tidak menyentuhnya.
dasar cengeng.
aku mendengus sangking kesalnya.
tapi itu malah membuat tangisannya menderas.
astaga!
terpaksa ku tekan egoku untuk membujuknya.
sudahlah, berhenti menangis seperti anak kecil, dan jangan merajuk!
dan hei, dia akhirnya menurut,
walau ia masih saja menggigit bibirnya yang bergetar.
dia terlihat hmmm, entahlah..
aku bukan kamus yang bisa mendefenisikan jutaan kata.
sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan,
lalu akupun berdiri mematung didepannya, menunggu dengan sedikit tidak sabaran,
ia masih saja menendang-nendang sembarang debu di depannya.
beberapa menit berlalu,
hanya hening.
aku tak bisa memaksanya bicara,
bahkan walau kugertakpun malah hanya akan membuatnya menangis.
hei, dia itu siapa?
berhenti mengikuti gerikku!
tapi ia tak menjawab.
hanya saja aku merasa jengah ketika ia harus mengikuti tiap gerikku.
begitu seterusnya hingga membuatku marah.
dan lihatlah, ia menangis!
astaga, aku bahkan tidak menyentuhnya.
dasar cengeng.
aku mendengus sangking kesalnya.
tapi itu malah membuat tangisannya menderas.
astaga!
terpaksa ku tekan egoku untuk membujuknya.
sudahlah, berhenti menangis seperti anak kecil, dan jangan merajuk!
dan hei, dia akhirnya menurut,
walau ia masih saja menggigit bibirnya yang bergetar.
dia terlihat hmmm, entahlah..
aku bukan kamus yang bisa mendefenisikan jutaan kata.
sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan,
lalu akupun berdiri mematung didepannya, menunggu dengan sedikit tidak sabaran,
ia masih saja menendang-nendang sembarang debu di depannya.
beberapa menit berlalu,
hanya hening.
aku tak bisa memaksanya bicara,
bahkan walau kugertakpun malah hanya akan membuatnya menangis.
hei, dia itu siapa?
berhenti mengikuti gerikku!
Langganan:
Postingan (Atom)