kamu siapa? tanya ku pada seseorang yang terperangkap dalam kaca.
tapi ia tak menjawab.
hanya saja aku merasa jengah ketika ia harus mengikuti tiap gerikku.
begitu seterusnya hingga membuatku marah.
dan lihatlah, ia menangis!
astaga, aku bahkan tidak menyentuhnya.
dasar cengeng.
aku mendengus sangking kesalnya.
tapi itu malah membuat tangisannya menderas.
astaga!
terpaksa ku tekan egoku untuk membujuknya.
sudahlah, berhenti menangis seperti anak kecil, dan jangan merajuk!
dan hei, dia akhirnya menurut,
walau ia masih saja menggigit bibirnya yang bergetar.
dia terlihat hmmm, entahlah..
aku bukan kamus yang bisa mendefenisikan jutaan kata.
sepertinya ada sesuatu yang ingin ia sampaikan,
lalu akupun berdiri mematung didepannya, menunggu dengan sedikit tidak sabaran,
ia masih saja menendang-nendang sembarang debu di depannya.
beberapa menit berlalu,
hanya hening.
aku tak bisa memaksanya bicara,
bahkan walau kugertakpun malah hanya akan membuatnya menangis.
hei, dia itu siapa?
berhenti mengikuti gerikku!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar