aku masih ingat kapan terakhir kali bangun dengan setumpuk rencana yang (betul-betul) akan kujalankan.
kapan terakhir kali merasai dinginnya udara pagi saat matahari belum benar-benar bersinar,
menikmati mentari yang muncul perlahan, keemasan, yang cahanya berkilau di pucuk-pucuk bunga jagung tanpa terhalang gedung.
dan sekarang aku mendapati dua bingkai pintu yang masih tergembok,
lampu yang masih padam, dan mungkin tatapan menyelidik dari orang-orang seakan berkata "apa yang kau cari pagi-pagi begini di luar rumah?"
aku juga masih ingat bagaimana dinginnya angin malam memainkan jaketku,
meninggalkan jejaknya di kulit wajah dan punggung tanganku,
mengagumi gugusan bintang di pekatnya langit,
memandangi bulan yang nampak seperti lengkungan kuku.
lalu apa yang dapat ku harapkan dari dua daun jendela dan rimbunnya daun mangga tepat di depannya?
aku merindukan semuanya,
mungkin aku akan kembali,
dan betul-betul melakukan semuanya tanpa sebuah rasa yang kadang membuat sesak,
entahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar