aku tak pernah dapat menebak desiran angin.
entah semilir yang lembut mengayun daun,
atau mungkin saja badai yang goyahkan pohon.
tapi aku tetap disini, seperti ini.
berdiri menikmati hembusan angin.
ya, hanya bisa ku nikmati.
aku tak berdaya walau hanya berharap anginnya selalu sepoi.
mustahil, tentu saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar