Selasa, 14 Mei 2013

pergi dan kembali itu lumrah, tak selamnya semua akan statis, diam tak berubah.
pucuk daun yang dulunya masih hijaupun akan gugur, menguning, coklat kemudian terurai.
tak ada yang kekal kecuali Allah yang Esa.
yang bisa dengan mudah membalikkan rasa.
memutar balikkan hati.

entahlah, entah rasa yang menelikung belasan tahun ini sudah menguap atau malah mengendap.
bagaimanalah aku bisa berkisah pada kalian?
butuh waktu belasan tahun untuk mengisahkannya lengkap.
kalaupun sempat, tak ada yang menjamin kalian mengerti.
jadi, untuk apa menghabiskan waktu?

namun ini menyiksa, kadang mencekik hingga membuatku sesak.
kadang kubujuk hatiku untuk mengalah, sedikit saja.
namun percuma, rasa itu hanya sebentar, mampir hanya untuk menambah coretannya.
menahan diri untuk tidak menggoreskan warnapun susah
kertasnya masih menyisahkan banyak bagian putih.

abstrak, begitulah hasilnya.
akumulasi dari setiap goresan warna yang pernah membekas.
hanya pemiliknya yang paham dan mengerti makna dari absraknya.
walau setiap yang melihat punya persepsinya sendiri.
karena setiap kita punya pemahaman dan cita yang berbeda.
tak mungkin memahamkan dengan satu pemahaman seragam.
karena itu, cukup dengan melihat.

bagaimanapun tidak sukanya atau mengagumkannya,
tetap bukan kalian yang merasakan.
seperti itulah,
cukup dengan melihat dan diam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar