Suara tawa menambah sesak
ruangan yang mestinya di warnai dengan topic-topik ilmiah kaum intelek. Mungkin
saja di belahan bumi utara dan selatan mahluk hidup lain tak sempat tertawa
lepas. Mungkin saja ratusan kilo balok es telah mencair, menderas dan mengalir
ke laut lepas. Mungkin saja pulau-pulau kecil sudah tenggelam. Namun lihatlah,
mereka masih disini, tertawa terbahak akan hal-hal yang sungguh tidak
bermanfaat.
Ruangan semakin gerah,
dengarlah bahkan yang mereka racaukan adalah aib orang lain, dan astaga mereka
dengan bangga mengumbar setiap aturan yang mereka langgar, berebut membusungkan
dada. Apa gunanya! Mungkin saja sekarang ratusan batang pohon besar tumbang
oleh tangan-tangan rakus perusak alam. mungkin beberapa tahun kedepan oksigen
tak lagi bebas di hirup atau mungkin sampai harus menyewa tabung oksigen tiap
hari. Tapi lihatlah tak satupun dari mereka yang sedikit saja sadar, sungguh.
Akankah ada hari, ketika
kanal-kanal berair jernih mengalir, jalan lengan tanpa asap knalpot yang menyesakkan,
tanpa bising klakson pengemudi yang tidak sabaran, burung berkicauan diantara
dahan pohon yang rimbun, tak ada tumpukan sampah menggunung? Akan kah?
Setidaknya sebelum matahari berotasi tidak pada orbitnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar