hari ini, kau sebegitu menarik hati.
menggoda mata untuk melirik.
terlebih ketika senyum itu tertarik.
dan kau mengalahkan ego ini lagi.
tapi itu hari ini.
jangan tanya tentang esok hari.
karena aku tak mampu menerawang misteri.
pun jangan paksa aku menyibak kemarin lagi,
semua hanyalah segelintir sejarah yang telah usai.
kita tak pernah tahu seperti apa wajah esok.
atau pribadi yang akan kita temui.
hari ini mungkin aku ataupun kau mempesona.
tapi mungkin esok ada sosok dia.
entah.
tak usah mengunci hati sebegitu rapatnya,
atau mengucap janji sebegitu tergesanya.
tak ada yang pernah tahu kisah ini akan berakhir seperti apa.
nikmati rasa,
yakinlah kisahnya telah tertulis di atas sana.
Sabtu, 26 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
Maaf
Hingga ku dapat bercerita lewat jutaan kata hari ini,
Tak satupun huruf yang ku dengar, bahkan desahanpun
tertahan.
Butir itu tak jatuh hanya satu,
Ia jatuh berderai menarik ribuan butir lain yang susul
menyusul hingga pipi itu banjir.
Sungguh, ingin ku sampaikan sesuatu walau hanya satu kata
untuk menahan derainya.
Tapi lihatlah, aku hanya berdiri mematung memandangi butir
itu yang semakin menderas.
Lidah ini keluh.
Maaf. Mungkinkah karenaku?
Isakannya mendobrak dadaku hingga bergemuruh.
Maaf. Bunda.
Hanya rangkulan ini, erat memeluk tubuhnya.
Rasanya tak ingin kulepas,
Anganku berimaji kembali dimasa ketika tangannya yang
mendekapku.
Bunda, sungguh belum ada yang dapat ku persembahkan untukmu,
Maaf. Hanya lewat rangkulan ini.
Aku mungkin masih begitu bodoh.
Maaf.
Kamis, 10 Januari 2013
The Sky.. ^_^
Lapangan Syekh yusuf skitar pukul enam pagi.
salah satu tempat penghilang penat, buat nyari ide juga boleh tapi paling pas kalau lg galau. jiaa..
^_^
^_^
Mentari pagi..
senja di balik jendela lantai dua.
No one. it's happen (again)
sepertinya kata maaf itu lumrah.
atau mungkin sesuatu yang mudah saja dilontarkan.
toh, jika salah lagi kan mudah, tinggal bilang maaf lagi, lalu maaf lagi, lalu maaf lagi dan lagi.
kau terlalu banyak menghamburkan kata maaf.
hingga nanti maaf itu hanya sebatas kata. tak bermakna.
aku bukan sekedar apa yang kau lihat.
bukan sekedar apa yang kalian baca.
atau apa yang kalian dengar.
jangan pernah menyamakan aku dengan kalian.
aku berbeda dan tak akan pernah sama dengan kalian.
lalu kemudian kalian menertawaiku karena berbeda.
hal itu sama sekali tidak lucu.
aku hanya tak ingin menjadi biasa.
namun aku pun tak ingin diistimewakan.
tapi percuma.
seberapa seringpun aku jelaskan, kalian tak pernah mengerti
atau memang tak mau mengerti.
sepertinya memang hanya diriku yang menjadi sahabatku.
aku dan diriku.
seorang pernah berkata,
"tak ada orang yang tak pernah menyukai orang lain kecuali ia terlalu mencintai dirinya sendiri"
"tak ada orang yang tak pernah menyukai orang lain kecuali ia terlalu mencintai dirinya sendiri"
dan aku akan mencintai diriku sendiri sebelum aku menyukai seseorang.
Rabu, 09 Januari 2013
I'm sick of this.
aku lelah, kadang teramat lelah bahkan.
I just need to be survive with this laugh.
ajari aku memikirkan satu hal saja dalam satu waktu.
inikah yang kalian sebut mengeluh?
I don't care!
i just wanna share it, tapi bukan pada mereka yang mendengar dengan mulut.
bukan pula pada kalian yang menertawai mimpiku.
atau pada mereka yang seakan mengerti dan ber-oooo- ehmmm lalu menggangguk seperti boneka per.
thanks for acting like you care.
what is actually friend means?!
Jumat, 28 Desember 2012
setapak jejak di kaki gunung
just wanna share..
rasa letih kadang mengusik kaki. sandar di pohon yang tidak sengaja ada simbol angka satu tepat di atas kepalaku sehari sebelum ikut lomba, dan alhamdulillah jadi juara pertama. entah ini kebetulan atau apa. ^_^
subuh menjelang pagi di desa lembanna, Malino.
istirahat sejenak di tengah hutan, gerimis tipis-sejuk.
lihatlah, rumpun pun indah! embunnya berkilau-segar.
that's why, I LOVE BLUE SO MUCH!
kabut yang jd backroundx, :)
tapi ini belum puncaknya. kelak kan kukisahkan megah dan luasnya langit juga dalamnya lembah di atas titik tertinggi bumi.
bukan ANEH!
Lagi, dengan senyum yang sama pun pernyataan yang
sama.
Kan ku kisahkan padamu, tentang perbedaan yang kau
tafsir,
Atau hal yang kau sebut “aneh”
Tentang ingin dan anganku.
Jika saja aku bisa memilih, jalan
tanpa alas kaki di atas rumput yang berembun tak masalah menjadi kegiatan
rutinku ketimbang jalan di atas lantai keramik licin dengan kaki indah yang
ditopang high hills. Bayangkan sejuknya embun yang meresap kepori-pori telapak
kakimu, dan empuknya rumput yang kau pijak. Tidakkah kau rasakan damainya?
Cantik. Akupun memiliki persepsi
sendiri. Cantik bukanlah wajah yang di usap bedak, bibir yang di poles lipstick,
pipi yang di taburi perona, atau bulu mata tambahan yang memberatkan kelopak
mata. Cantik itu alami, ia indah. Tak butuh tambahan, karena ku yakin setiap
ciptaanNya indah. Wajah segar yang di basuh air wudhu adalah wajah yang
terindah menurutku, ia bercahaya. Cantik.
Alam dengan segala keteraturannya
yang kompleks merupakan pemukiman megah dari yang terelit. Pepohonan dan semak yang
menghutan sebagai sumber oksigen, bebas dari polusi kenalpot atau gas
pengganggu lainnya. Tanah subur jadi pasar harian tempat memanen sayuran segar
bebas bahan pengawet, sungai dengan riak air jernih yang menenangkan lebih dari
sekedar musik relaksasi, kabut dan hujan yang berpadu bahkan lebih romantis dari
kafe remang hingga gelap. Dapatkah kau hayati kuasa sang Pencipta dalam lembut
semilir angin di sela-sela dedaunan? Adakah kau sadari kehadiranNya dalam ritme
denyut jantung dan setiap tarikan nafasmu? Dan kau akan sangat terpukau oleh
CiptaanNya dengan berdiri tegak di puncak gunung, menyadari bahwa kau begitu
kecil dan amat sangat kecil di bawah langit yang tak berbatas. Atau ketika kau salami
dalamnya samudra, maka kau akan bergidik meresapi keajaiban kuasaNya.
Lalu kaupun meragukan
keistimewaanku sebagai wanita, memangnya kenapa dengan statusku sebagai seorang
wanita? Lihatlah bunda Nusaibah binti Ka’ab yang ketangguhannya sebanding
dengan seribu laki-laki dan Khaulah binti Azwar yang dengan gagah perkasa turut
mengayunkan pedang untuk berjihad. Tak ada larangan bagi wanita untuk menjadi
tangguh bukan, namun tetap tak mengesampingkan keanggunannya sebagai seorang
wanita.
Aku, punya landasan akan ingin dan
anganku yang lebih dari sekedar khayal. Jadi sekali lagi kutegaskan, ini
tidaklah ANEH. Inilah aku apa adanya diriku.
Langganan:
Postingan (Atom)










