dalam ruang hampa rutinitas tak berujung.
tak ada hitam ataupun putih, semua abu-abu.
asli ataukah palsu, entahlah.
senyum palsu atau tuluskah, aku tak tahu, atu mungkin hanya tuntutan profesional.
pusaran kesibukan yang seakan tak pernah berhenti,
dan detik waktu yang berlari semakin cepat.
di titik ini aku berjuang agar tak terjebak!
Jumat, 28 September 2012
Kamis, 20 September 2012
understand me!!
kau bercerita tentang betapa tingginya gunung yang kau daki.
tentang betapa luas dan dalamnya samudra yang kau selami.
tentang harapmu, bahwa berani adalah benih yang kau tanam dalam dadaku.
tentang keindahan, dan kehebatan Sang Pencipta.
lalu aku bertanya tentang kebebasan,
tentang batas-batas yang kau rentangkan,
tentang resiko yang kau paparkan,
tentang kerangkeng yang kau buat!
sadarailah!
aku sepertimu.
tapi kau bahkan tak mengenal dan mengerti dirimu.
tentang betapa luas dan dalamnya samudra yang kau selami.
tentang harapmu, bahwa berani adalah benih yang kau tanam dalam dadaku.
tentang keindahan, dan kehebatan Sang Pencipta.
lalu aku bertanya tentang kebebasan,
tentang batas-batas yang kau rentangkan,
tentang resiko yang kau paparkan,
tentang kerangkeng yang kau buat!
sadarailah!
aku sepertimu.
tapi kau bahkan tak mengenal dan mengerti dirimu.
Miss u "doggy"
Apa kabarmu disana?
Masihkah gelasmu sesak dengan asap kopi yang mengepul?
Apakah koran masih setia dalam genggamanmu?
Berita apakah yang kau cari?
Adakah bahan untuk perdebatan baru kita?
Kau, masihkah tak berubah?
dengan beribu teori untuk mendebat tiap kataku?
dengan cara bicaramu yang sok kebapakan?
masihkah aku yang menjadi rival debatmu?
Bodoh, aku merindukanmu!
dalam rentang jarak yang tak terlalu jauh,
namun ego ini terlalu besar walau hanya untuk sekedar menyapamu kembali.
tahukah kau,
bahwa pertengkaran dan perdebatan kita
yang membuatku merindukan sosokmu?
walau tak jarang aku berkata bosan dihadapanmu,
namun ketahuilah, hati ini berdoa agar kita dapat dipertemukan kembali.
adakah rasa ini juga hadir dalam harimu?
entahlah.
Masihkah gelasmu sesak dengan asap kopi yang mengepul?
Apakah koran masih setia dalam genggamanmu?
Berita apakah yang kau cari?
Adakah bahan untuk perdebatan baru kita?
Kau, masihkah tak berubah?
dengan beribu teori untuk mendebat tiap kataku?
dengan cara bicaramu yang sok kebapakan?
masihkah aku yang menjadi rival debatmu?
Bodoh, aku merindukanmu!
dalam rentang jarak yang tak terlalu jauh,
namun ego ini terlalu besar walau hanya untuk sekedar menyapamu kembali.
tahukah kau,
bahwa pertengkaran dan perdebatan kita
yang membuatku merindukan sosokmu?
walau tak jarang aku berkata bosan dihadapanmu,
namun ketahuilah, hati ini berdoa agar kita dapat dipertemukan kembali.
adakah rasa ini juga hadir dalam harimu?
entahlah.
Selasa, 04 September 2012
ku lepas....
sudah ku ajarkan pada hati untuk teguh.
tapi badai itu datang sebelum pondasinya kuat!
hingga hampir saja kerikil yang kususun satu-satu ini rubuh.
walaupun begitu, tetap saja anginnya menusuk hati,
hingga dingin menjalar dan melelehkan butir peluh.
sekuat tenaga kaki ini bertahan untuk tidak goyah
namun mata ini memelas menahan hujan,
walau mendung telah menghitam.
kepada sang penguasa hati,
kukeluhkan semua derita, perasaan yang telah mengendap
pernah ku berikrar untuk menanti yang terindah
hingga ku lepas simpul ini, yang ikatannya telah membekas
kepada-Mu sang pemilik hati,
aku selalu percaya, jika baik itu sebaik rasanya
dan yang baik niscaya mendapatkan yang terbaik.
tapi badai itu datang sebelum pondasinya kuat!
hingga hampir saja kerikil yang kususun satu-satu ini rubuh.
walaupun begitu, tetap saja anginnya menusuk hati,
hingga dingin menjalar dan melelehkan butir peluh.
sekuat tenaga kaki ini bertahan untuk tidak goyah
namun mata ini memelas menahan hujan,
walau mendung telah menghitam.
kepada sang penguasa hati,
kukeluhkan semua derita, perasaan yang telah mengendap
pernah ku berikrar untuk menanti yang terindah
hingga ku lepas simpul ini, yang ikatannya telah membekas
kepada-Mu sang pemilik hati,
aku selalu percaya, jika baik itu sebaik rasanya
dan yang baik niscaya mendapatkan yang terbaik.
Selasa, 03 Juli 2012
please...
blank! it just happen suddenly.
Kabut, puncak, hijau.
getarannya masih ada, walau hanya selembar foto.
dahulu, kemarin, hari ini, bahkan esok yang akan menjadi hari inipun adalah saksi.
ingin ini tak pernah padam, ingin ini mengalir di setiap cc darahku.
yah, darahku yang kau wariskan,
darah kita sama!
aku ingin melihat dunia!
aku tak ingin menjadi tua dan akhirnya renta
sebelum tangan ini keriput dan kaki ini tak mampu menopang tubuhku!
sebelum mata ini rabun!
sebelum semua ini hanya menjadi cerita..
aku ingin..
melihat dunia dari sudut yang berbeda
Kabut, puncak, hijau.
getarannya masih ada, walau hanya selembar foto.
dahulu, kemarin, hari ini, bahkan esok yang akan menjadi hari inipun adalah saksi.
ingin ini tak pernah padam, ingin ini mengalir di setiap cc darahku.
yah, darahku yang kau wariskan,
darah kita sama!
aku ingin melihat dunia!
aku tak ingin menjadi tua dan akhirnya renta
sebelum tangan ini keriput dan kaki ini tak mampu menopang tubuhku!
sebelum mata ini rabun!
sebelum semua ini hanya menjadi cerita..
aku ingin..
melihat dunia dari sudut yang berbeda
Rabu, 13 Juni 2012
Selembar foto dan sepenggal tentang mu..
Sore ini, saat cahaya
menembus tirai kamarku, dengan sengaja ku buka lagi album foto berisi kenangan
yang tak hentinya membuat bibirku tersenyum. Kenangan masa-masa SMP, dipenuhi
wajah-wajah polos dan senyum yang masih malu-malu. Namun ada satu foto yang sengaja
ku pandangi lebih lama dari foto yang lain, potret diriku dan temanku, ya hanya
temanku, hmmm memang hanya temanku. Hhehehe..
:-P
Kalau aku mengingat
masa itu sekarang, terkadang aku heran, bagaimana bisa dari jarak yang wajah
seseorang sudah samar terlihat aku bahkan tetap bisa menganali kalau itu
dirinya! Postur tubuhnya, cara berjalannya, senyumnya, mimiknya, tas yang ia
kenakan, merek sepatunya sampai setiap detail di buku catatannya, aku tahu!
Sebegitu parahnya kah diriku dulu? (sambil geleng-geleng kepala). Tapi aku
tidak akan pernah menyangkal bahwa aku merindukan masa-masa itu. Aku rindu
ketika dengan sengaja datang lebih awal ke sekolah karena ingin cepat-cepat
melihat ia berjalan menuju bangkunya, meletakkan tasnya, berbalik padaku dan
bertanya “tenri, PR mu sudah selesai?”, atau ketika bel pulang bergema aku mengulur
waktu keluar dari kelas agar bisa berjalan di belakangnya dan memandangi
punggungnya, dan juga saat kami berdiri menunggu angkutan umum di bawah pohon caesalpinia pulcherrima. Sekonyol apapun
diriku waktu itu, setidaknya bisa membuat ku tersenyum saat mengingatnya. Sometimes, I do miss you..
Minggu, 10 Juni 2012
Mengapa ada kejahatan jika bumi bisa tentram dengan kebajikan?
Karena semuanya telah di ciptakan berpasangan.
Bumi akan gulita selamanya jika tak ada siang.
Mengapa harus ada pertemuan jika nanti semuanya akan berakhir? Karena begitu pula deretan huruf tak akan menjadi bermakna tanpa adanya spasi.
Maka ingatlah ketika pertama kali kita berjalan, tak akan kaki kita tegak menapak jika tak ada keberanian kita untuk melangkah, walau tak dapat dihitung berapa kali kita terjatuh.
Karena semuanya telah di ciptakan berpasangan.
Bumi akan gulita selamanya jika tak ada siang.
Mengapa harus ada pertemuan jika nanti semuanya akan berakhir? Karena begitu pula deretan huruf tak akan menjadi bermakna tanpa adanya spasi.
Maka ingatlah ketika pertama kali kita berjalan, tak akan kaki kita tegak menapak jika tak ada keberanian kita untuk melangkah, walau tak dapat dihitung berapa kali kita terjatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)