Selasa, 24 Desember 2013

[Late post] Air Terjun Parangloe

Rasanya sudah lama tidak tidak berbagi cerita disini, hehe. hmm, well ! cerita kali ini tentang sebuah desa asri yang menyimpan panorama air terjun yang masih jarang terjamah. "Parangloe".
Lokasinya berjarak sekitar dua jam perjalanan dari batas kota Makassar-Gowa. Desa ini masih termasuk dalam kabupaten Gowa Sul-sel, dan saya yang berdomisili di kabupaten Gowa ini feels like am i really stay in here! betapa tidak, saya kadang merasa takjub sendiri melihat pemandangan alam yang masih begitu asri di sepanjang jalan menuju desa Parangloe, saya tidak menyangka kalau ternyata masih ada tempat yang tersisa untuk luasnya padang rumput dan indahnya bukit hijau yang meliuk-liuk di kirai-kanan jalan. Waktu itu saya dan rombongan berangkat agak sore, jadi selain hijau rumput dan bau basah setelah hujan gerimis, kami juga ditemani dengan background sunset dengan langit dan awan jingga kemerahan. Kami memilih jalur dengan waktu tempuh yang agak jauh, yaitu melewati tempat yang bernama "Tanah Karaeng" agar kami bisa menikmati pemandangan yang mungkin sudah hampir punah di kota-kota berkembang.

Nah, here present some pictures of the waterfall..

Ini air terjun pada tingkatan kedua.. Perjuangan untuk naik ke atas sini lumayan menyusahkan. kita harus memanjat batu-batu licin berlumut, lompat dari satu batu ke batu lain, cari pijakan yang pas, sampai mesti ditarik-tarik.. :') tapi usaha itu sepadanlah sama pemandangan yang kami dapat..










ini dia the big bos a.k.a k'akbar yang ternyata nyadar kamera..
Well, disinilah air yang terjun bebas itu mulai mengalir. dan ini Mr. Najib Rese' tiba-tiba loncat dan buat semua lumpur plus lumut didasar air mengambang!!











Landscape yang dapat dinikmati dari lantai paling atas air terjun Parangloe yang bertingkat tiga..
























Hmm..Hmm.. Here we are, rombongan english camp LPB Booster.. ^_^

Menikmati kecipak air sejuk dibawah mentari yang mulai menghangat..

Ini k'ipul yang lagi sibuk menyiapkan sarapan..
dan ini dia aliran air yang tak henti-henti jatuh, berdebum, dan mengalir, menyusup melewati bebatuan, meresap kedalam tanah, dan terus mengalir...











What a beautiful! ^_^

























Well, see ya in the next story, in the others great place!! ^_^

Rabu, 20 November 2013

Pulau badi, Sulawesi selatan

17 November 2013
Langit masih gelap, namun adzan subuh telah bergema. Sepagi itu saya mulai packing dan kasak-kusuk menyiapkan perlengkapan diving. ^_^
Udara dingin dan angin menyambut, deru motor melaju cukup kencang ke arah jembatan barombong tempat speed boat terparkir dan juga merupakan spot kami berkumpul sebelum melaju kepulau tujuan. Setelah menunggu sekitar sejam di dermaga, akhirnya semua personil lengkap, semua barang ditata rapi diatas boat, dan yang paling penting adalah mengamankan logistik alias bekal makan siang kami, hehehe..
Meski awan mendung menggantung di langit, speed boat tetap gagah melaju dengan kecepatan tinggi mengarah ke pulau badi, mengiris ombak yang percikannya sering membasahi wajah-wajah antusias kami. perjalan yang kami tempuh kurang lebih tiga puluh menit, dan setelah sampai pada spot tujuan, kami bergegas mempersiapkan perlengkapan masing-masing. mengecek regulator, mengenakan pemberat, fins, dan perlengkapan lainnya. Setelah semua siap, satu per satu kami melakukan back roll. ini adalah bagian favoritku! suara kedebuk air yang berturut-turut seakan memompa adrenalin! ^_^
Setelah briefing di permukaan laut sambil bergoyang mengikuti ombak, satu per satu kami mulai 'turun'. Guess what i found! what a beautiful scenery!! ribuan ikan bergerombol, kawanan barakuda, kakap merah, dan entu saja nemo!! well, here some pictures over to you..

(briefing sebelum turun)

















 (lagi asik nyelam, blup..blup..blup..)





















salah satu keaneka ragaman hayati di dasar laut pulau badi.. (belum tau nama speciesnya apa, hhehe)

















Dermaga pulau badi..

















clown fish alias nemo!! ^_^


Minggu, 17 November 2013

kisah di penguhujung malam

16 november 2013.
sabtu malam, yang mestinya menjadi salah satu jatah istirahat saya dirumah dengan terpaksa di sita oleh kewajiban menjalankan tugas. Tapi dipenghujung malam, ketika lelah dan letih berbaur dan mata sudah setengah terpejam, saya menyempatkan diri untuk berbincang dengan salah satu kawan baru. ternyata perbincangan kami berlangsung hangat, meskipun saya lebih banyak menyimak rentetan cerita yang mengalir darinya. 

ia bernama Najib, entah nama lengkapnya siapa saya  belum tahu. Banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam tiap detail ceritanya, ia merupakan sosok yang hebat meski usianya setahun lebih muda dari saya. Malam itu saya belajar bagaimana menetapkan hati pada hal-hal yang kita pelajari, bagaimana menimbang mudharat dan manfaat suatu pekerjaan yang kita lakukan, hingga saya belajar bagimana bersikap ikhlas terhadap keputusan yang telah ditetapkan untuk kita walau itu bukanlah pilihan yang kita inginkan. 

Ketika itu, saya bisa merasakan dengan jelas aliran semangat pada tiap penekanan kata dalam kisahnya, yang menjalar dan membuatku merinding. Tentang keinginannya belajar bahasa yang sayang sekali tidak bisa ia dapatkan karena di pelosak ambon amat susah mendapatkan guru. Tentang bagaimana ia akhirnya mampu menyadarkan teman-temannya dan menata sekolah pelosok yang dulunya bahkan tak dikenali sebagai sekolah. Tentang betapa kecewanya ia ketika peluang untuk kuliah di Al-Azhar raib akibat tidak mendapatkan idzin dari orangtuanya hingga akhirnya ia mulai belajar menerima dengan ikhlas. Tentang hadiah indah yang telah disiapkan untuknya yang merupakan buah dari keikhlasan. Hingga tentang semangatnnya untuk berbagi. 

lebih dari itu, ia sosok yang menginspirasi. Tapi sayang sekali percakapan kami terputus karena waktu yang semakin larut. semoga saya masih diberikan kesempatan untuk berbincang dengannya lagi, dan dengan orang-orang hebat lainnya. Amiin. ^_^

Kamis, 14 November 2013

serinai hujan

hujan,
lagi-lagi saat hujan.
ketika rintiknya jatuh dan dingin memeluk pundak, sebuah kisah kembali terukir.
di dalam sinipun hujan, deras tapi mampet.
kala nafas memburu, peluh bercampur air padu sudah,
jemari gemetar menggenggam payung hitam, mengikuti arah keranda.
ditengah kalut dan kelabu, kujumpai segenggam warna, secuil bahagia dan setumpuk rindu.
hanya sesaat,
meski sepintas, elusan tangannya di kepala ini sedikit melegakan.

sudah berbilang tahun kita tak berjumpa kak.
ternyata aku masih menikmati tiap peratian bahkan olokan kalian.
dia yang seenak jidatnya memangilku nenek lampir,
atau dia yang menesehatiku untuk menulis surat cinta dengan tinta biru,
atau dia yang selalu membantu mengerjakan tugas ku.
kalian kak.

elusan itu membuatku sadar,
tak akan ada lagi olokan dan teriakan saling mengejek,
tak akan ada lagi cubitan dan tarikan rambut.
hmm, kalian mungkin menganggapku telah tumbuh dewasa.
seperti kalian yang mulai menjalani hidup kalian masing-masing.
I do understand kak.
tapi tak dapat kupungkiri ketika kalian pergi, semuanya sepi.
dan sekarang? mungkin tak ada lagi alasan untuk kembali berkunjung.
diapun telah pergi kak.

aku merindukan kalian.

Jumat, 08 November 2013

Every single thing

kamu, may I call you kawan? ^_~
akan kuceritakan banyak hal, jika saja kau tak keberatan menyimak.
baiklah, mungkin tak semuanya.
tapi akan kukisahkan tentangku, tentang eksotis dan indahnya negeriku, dan mungkin saja tentang dunia, dan yang lebih penting -tentang kita- jiaaa.. (kita? siapa?) :-P
okay, okay.
ini tentang perjalananku, dan tenpat-tempat kakiku pernah menapak. akan ku kisahkan semuanya, agar kisahnya tak hanya menjadi kenangan yang mungkin akan terlupakan. jadi, kencangkan sabuk pengaman kalian, 'cause we are gonna travel the world!! (hiperbolis, hhehe biarin! :-P)


Bira

3 November 2013.
Matahari bersinar garang, dan kami sesekali tertunduk karena silaunya sinar mentari yang berpendar dan memantul-mantul dari butir-butir pasir putih dan air laut yang jernih. Meski terik, tidak ada alasan untuk tidak menantang matahari ditengah indahnya panorama pantai pasir putih Bira, Bulukumba, Sulawesi selatan.

Ini dia beberapa pose narsis yang sempat di abadikan.. hehe..



Pasirnya tidak hanya putih, tapi juga sangat halus seperti tepung! kita tidak akan bosan berlama-lama membenamkan kaki dalam tumpukan pasirnya.















here we are, berpose sebelum berangkat snorkeling di tengah laut..

FYI, jika kalian ingin merasakan sensasi berenang dengan penyu, di sini juga terdapat tempat penangkaran penyu, tepatnya di tengah laut. untuk akses kesana kita bisa menggunakan jasa boat atau perahu laiinnya (tp bukan banana boat!) dengan tarif satu perahu kurang lebih tiga ratus sampai tiga ratus limapuluh ribu rupiah, tergantung seberapa handal anda menawar.
 tapi itu belum termasuk ongkos masuk dalam penangkaran, kalian akan dikenakan biaya sekitar 30-35 ribu lagi untuk bisa berenang dengan penyu-penyu.. hmm, tidak ada yang gratis men! :-P


Pantai bira dari tengah laut. ^_^

Snorkeling!!
seperti berenang dalam botol air mineral, jernih! karangnya beragam, terlebih ikan-ikannya!

tapi nyesek! saya tidak membawa persiapan berenang standar, apalagi kamera underwater. :'(
jadi meskipun pemilik boat menyediakan empat alat snorkeling, tetap saja alatnya mesti digilir..

ini akibat dari terburu-buru berangkat, dan rencana yang tidak matang, mana persiapan dana sangat pas. hohoho.

tapi tak apa, setidaknya ada alasan untuk kembali ke tempat ini dilain waktu, dengan persiapan dan perlengkapan yang lebih baik! ^_^

Minggu, 27 Oktober 2013

Tanpa Judul

Harus ku akui bahwa sulit memutuskan untuk mengakhiri sebuah kebiasaan. Namanya juga terbiasa, memutuskan untuk berhenti terbiasa rasanya seperti kehilangan sesuatu. selalu ada yang aneh. seperti sekarang, mungkin ini akan menjadi yang terakhir setelah puluhan tulisan cengeng dan penuh keluhan dalam blog ini. aku memutuskan untuk tidak akan menumpahkan keluhan, protes, atau hal-hal cengeng lainnya di blog ini, tidak juga pada siapapun. (kalian boleh berteriak horee sekencang-kencangnya karena kalian akhirnya terbebas dari tulisan-tulisan egois tidak penting ku). 
Aku sepenuhnya sadar kalau setiap orang pastilah punya masalahnya masing-masing, dan maaf karena selama ini tulisan-tulisan tidak pentingku mungkin terpaksa kalian baca dan mungkin sedikit menambah masalah pada kalian, (meskipun saya tidak pernah memaksa kalian untuk membacanya). Aku juga tahu kalau tidak semua orang mau menyimak meskipun mereka bisa mendengar, jadi untuk apa repot-repot bercerita? 
Once I read that, "tersenyumlah maka dunia akan ikut tersenyum, dan jika kau bersedih maka kau akan menangis sendiri". iyakan? memangnya kalian mau ikut-ikutan nangis? memangnya kalian mau nambah masalah? memangnya kalian rela waktunya habis hanya untuk mendengar cerita yang tidak pernah penting? sudahlah, aku atau mungkin kalian juga terbiasa mendengar ungkapan "itukan derita mu!" so, who's care about something? nobody! 
biarlah semua ku simpan sendiri, mungkin semuanya hanya akan mengendap atau sesekali luluh dalam isak diam. mungkin rasanya akan seperti gatal yang tidak bisa digaruk, hmmm can you imagine that? hahaha..
So, this will be the last.
Thanks. ^_^