Rabu, 05 Maret 2014

Sabtu,1 maret 2014

Seminggu sudah melakoni hidup jadi anak kosan. Well this is the first time I live alone, totally alone with my own bedroom, kitchen, bathroom, and little living room. ALONE. Walaupun sepi tapi seru juga, dan setelah seminggu lamanya mendekam dalam rutinitas kosan-sekolah-kosan lagi-bosan, akhirnya hari ini adalah hari pelampiasan kebosananku! Wuohohoho…

Kota hujan, kota seribu angkot, kota puluahn curuk, dan tentu saja Kebun Raya di tengah kota.


Ransel yang lumayan berat (isinya laptop, satu pasang baju, charger dan peralatan listrik sejenisnya, empat buah buku ratusan halaman, dan perlengkapan mandi) tak akan menghalangi langkahku. (meski sebetulnya agak ngosngosan). Lepas makan siang dan shalat dhuhur di Botani Square, saya langsung saja menuju pinggiran jalan yang nantinya akan bermuara langsung ke gerbang utama kebun raya. Perkiraan saya tentang jauhnya rute ternyata meleset, mungkin karena beban berat di punggung hingga membuat saya memutuskan untuk naik angkot saja di tengah jalan karena peluh yang terus mengucur dan baju terusan yang sudah mulai lembab karena keringat.

Sekitar sepuluh menitan di atas angkot (macet!!) akhirnya sampai juga di gerbang utama. Segera ku bayar tiket masuk dan melenggang masuk ke kebun raya, menyusuri pepohonan yang tumbuh lebat dikiri-kanan jalan setapak. 


Tidak hanya pohon-pohon tinggi tua, tapi disana saya juga disuguhi pemandangan sekumpulan tanaman paku, taman kaktus dan kamboja, hingga danau mungil di tengah hamparan rumput hijau.





Setelah berjalan kaki sekitar dua jam menyusuri sejuk dan rindang tanaman, saya sampai di jembatan merah yang dibawahnya mengalir sungai deras.


Melihat air yang begitu melimpah, saya teringat kalau saya lupa membeli air sebelum ngebolang. Rasa haus segera saja melanda, saya menyeberangi jembatan dan berharap menemukan penjual air mineral diseberang. Tapi sayang sekali yang ada hanya penjual ice cream. -_-“ terpaksa dahaga ini harus di tahan.

Tak jauh dari tempat penjual ice cream nampak sebuah jembatan lagi, dan di seberang jembatan I found a wonderful landscape! Tanah lapang dengan rumput hijau yang luas, dua buah kolam yang dipenuhi teratai, jajaran bunga hias di tengah sebagai pemisah jalan. Entah mengapa saya langsung lupa dengan dahaga yang mengganggu. 















Well, rasanya kurang lengkap jika saya tidak berpose ditengah pemandangan ini, namun saya hanya ngebolang sendiri ditemani dengan backpack, dan siapakah yang akan memenuhi hasratku menjadi model sehari? Tidak ada pemirsa, tidak mungkinkan saya mengganngu beberapa pasangan yang tampak mesra bercengkrama di tengah padang rumput yang serasa hanya milik mereka berdua hanya untuk menjepret saya! Tapi tenang saja, saya sudah menyiapkan tripod mini, kamera diatur dengan timer, hmm tak apalah memotret diri sendiri.. hahaha..




Puas menikmati landscape dan mengistirahatkan punggung dan bahu yang letih menggendong beban berat, kakipun kembali siap melangkah. Mengikuti jalan aspal, hingga tiba di rumah anggrek, tapi mungkin karena sudah terlalu sore, rumah anggreknya sudah tutup. 




“Baiklah, tak apa, lain waktu saya akan kesini lagi” batinku.
Ku lihat layar hp ternyata sudah pukul setengah lima sore. Langitpun tampak mendung, waktunya pulang! Belum juga saya sampai di gerbang, hujan telah menderas. Segera saja saya bernaung dibawah rimbunnya dedaunan sambil memasang cover back dan membuka payung. Saya masih berada ditengah-tengah deretan pepohonan besar dan dikepung hujan deras, ditambah jalanan berlumut yang licin sementara langit sudah mulai gelap. Ada rasa getir yang menyelinap sedikit demi sedikit seiring langkahku yang tergesah, saya baru sadar jika saya sendirian berjalan ditengah pepohonan lebat dan guntur yang sesekali menggelegar. Untung saja tak lama kemudian saya mencapai gerbang utama.
Setelah membeli sebotol air dan melepas dahaga, saya kembali naik ankot mengakhiri petualangan hari ini. J

1 komentar:

  1. Pengakuan tulus dari IBU YENI,NURLINA TKI Yang kerja di disingapore.
    Saya mau mengucapkan terima ksih yg tidak terhingga, serta penghargaan & rasa kagum yg setinggi-tingginya kepada MBAH RORO, saya sudah kerja sebagai TKI selama 9 tahun disingapore,dengan gaji lebih kurang 2.5jt/bln,tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,apalagi setiap bulan harus mengirim orang tua di majalengka, sudah lama saya mengetahui roomnya om ini, juga sudah lama mendengar nama besar MBAH,tapi saya termasuk orang yangg tidak terlalu percaya dengan hal ghoib, jadi saya pikir ini pasti kerjaan orang iseng yang mau menipu.
    tetapi kemarin waktu pengeluaran , saya benar2 tidak percaya dan hampir pingsang,angka yg diberi MBAH RORO ternyata tembus, awalnya saya coba2 menelpon, saya bilang saya TKI Yang kerja di singapore mau pulang tidak ada ongkos, terus beliau bantu kasih angka . mulanya saya tdk percaya,mana mungkin angka ini keluar, tapi dengan penuh pengharapan saya pasangin kali 100 lembar, sisa gaji bulan april, ternyata berhasil….!!!
    dapat BLT 200jt, sekali lagi terima kasih banyak MBAH RORO, saya sudah kapok kerja jadi TKI, rencana senin depan mau pulang aja ke PALEMBANG.buat MBAH,saya tidak akan lupa bantuan dan budi baik MBAH.
    yang ingin merubah
    nasib seperti saya silahkan hub MBAH RORO di no. 0853,9453,7578 ATAU kunjungi

    WEBSITe _RORO \
    { :> http://wwwprediksimbahjenggo.webs.com }


    Demikian kisah nyata dari saya tanpa rekayasa.
    IBU YENI tki.
    MAKASIH OM ROOMNYA

    BalasHapus