Kamis, 11 April 2013

Exactly different.

terserah berapa banyak kata "me-rendah-kan" ataupun ungkapan "me-nyangsi-kan".
do you think I am gonna care? BIG NO!
ini memang tentang rasa, tapi bukan dan tidak akan pernah sama dengan rasa picisan itu.
ini bukan tentang ketidak jelasan ataupun "trend" yang sedang menggila.
hanya saja pemaknaan saya dan kalian berbeda.

rasa ini anugrah, nikmat yang teramat indah.
namun bukankah Tuhan tau kapan waktu yang tepat?
saya tidak ingin mengotori hadiah ini dengan noda, walau setitik gombal.

terserah kalian akan menyimpulkan seperti apa, itu hak kalian.
dan saya tidak mungkin memaksakan kalian untuk mengerti.
itupun tergantung pemaknaan kalian.

saya hanya tidak ingin terjebak dalam trend galau yang tidak jelas.
saya tidak ingin merendahkan hal-hal yang seharusnya sakral.
sungguh, tiap mahluk memiliki rasa pun saya.
namun ini beda.

saya memang mencoba untuk menjadi beda.
karena special selalu berbeda.
tapi menjadi berbeda sungguh sangat susah.

ketika harus menghadapi cibiran dan kata-kata "sok"
ketika harus menyibukkan diri sebelum perasaan mengendalikan akal.
ketika konsistensi berperang melawan kesempatan.

mengapa tak kutambatkan saja rasa ini pada satu pilhan?
mengapa tak menjadikan Hadist saja sebagai pembenaran?
mengapa tak menjadi wanita (yang menurut kebanyakan dari mereka) normal saja?
mengapa tak melunjak-lunjak cemburu?

karena pilihannya telah tertulis dalam kitab yang tak mungkin salah, hanya berteman sabar dalam menunggu.
karena saya (akan selalu belajar) menghormat pada kebenaran, bukan pembenaran.
karena normal menurut persepsiku berbeda dengan kalian.
karena tak ada satupun alasan untuk saya mengatur dan mencampuri urusan kalian, karena rasa ini ku jaga bukan untuk menjadi cemburu pun pada orang yang belum berhak saya cemburu-i.

karena ini bukan tentang rasa pada sepenggal kalimat.
bukan rasa yang punya batas kadaluarsa, setahun-sebulan-atau bahkan seminggu.
bukan rasa yang menggantung pada kata "putus"
bukan rasa yang menggadaikan ikhlas dengan pujian.

sungguh, rasa ini beda.


Kamis, 28 Maret 2013

karena kesimpulan yang baik tak datang dari asumsi sepihak.
bukankah sebuah ke-ambigu-an melahirkan banyak makna?!

jika saja aku bisa!
membaca cerah lewat gumpalan awan.

meracik peka bersama teliti.
menyimak hembusan.

saya tidak tahu.
betul-betul tidak tahu!
atau memang tidak mau tahu?
mungkin menolak untuk tahu.
karena takut untuk tahu.
entahlah.

menjadi dewasa memang bukan sebuah rencana.

Selasa, 19 Maret 2013

good audience. :->

ternyata masih sama.
keluh hari ini masih yang kemarin, sepertinya tak pernah usai.
himpunannya tak kan pernah beririsan.
inginnya berbeda. semuanya. masing-masing.

sesak. betul-betul penuh.
tapi harus tetap tertampung.
tahan.
walau harus menggigit bibir, mencicip sedikit asin dan amis.

menit ini bercerita tentang angan dan sedikit kecongkakan
jam selanjutnya tentang penyesalan dan harapan
lalu di penghujung malam tentang kesabaran dan sayang.
kapan kisahnya berganti jadi pengertian.

ingin rasanya menghapus letih.
jika saja raga tak mengenal kata lelah,
tak apalah semuanya susul-menyusul.
karena istirahat malah membuat pikiran lelah.
terkadang kesibukan bermakna istirahat.
jika "mengerti" pun tak ada maknanya.

Senin, 18 Maret 2013

being A**LT is really D*mn thing!


Meniti langkah dalam setapak.
Mencoba memantapkan tiap pijakan.
Karena salah langkah, hancur semua.
Gemelutuk geraham saling mengaduh,
Rahang mengeras, peluh membanjir.
Semakin jauh, rasanya semakin berat.
Dan takut semakin besar.
Takut.
Terlalu takut malah.
Masihkah harapan berlaku?
Bahkan berharap-pun takut.
Ciut, dimanakah ia berakar?
Ingin rasanya mencabutnya hingga tak berbekas.
Namun lagi, itu hanya ingin. Ingin yang menggantung.
Seperti gerhana disiang hari.
Terbenam sebelum waktunya.

Lost!


















Coba ku sibak kembali lembaran sejarah,
Menilik tiap rentetan kisahnya,
Sepertinya terselip dalam potongan kecil memori yang mengendap.
Aku hanya ingin mengingat rupanya, rasanya.
Sebelum semuanya menjadi lupa.
Namun tak kutemukan.
Sudah pula ku obrak-abrik hari ini.
Tapi tetap tak ada,
Tidak kutemukan, walau jejaknya.
Semuanya hilang.
Dimana! Payah!

Rabu, 13 Maret 2013

undefined

menusuk-nusuk.
sudah ku paksa kelopaknya untuk mengatup,
bahkan berkedip pun rasanya susah.
bunyi papan bahkan berdecit berkali-kali bersamaan dengan gelegar guntur,
hingga hujan usai, rasa ini bahkan belum beranjak.
tidak hanya satu, rasanya bercampur
tapi tak ku temukan satu kata untuk menyebutnya.
ingin rasanya kabur melewati tembok lalu lari bersama angin,
biar saja hujan turun, silahkan menderas.
guyur saja semuanya hingga kuyup,
hanyutkan semuanya,
rasanya berat, amat sangat.

#what is this!

Senin, 11 Maret 2013

Biarkan Tergerus Buih.


Untuk sejarah tentang sebuah kisah.
Enyahlah seperti jejak yang terhapus ombak.
Semuapun tahu kalau jejak akan terus dan terus terukir di pasir,
Tapi jejaknya tak akan pernah sama.
Akan ku ukir jejak setapak yang baru,
Walau sekarang mungkin hanya di atas pasir yang di kecup ombak.
Jika tak ada lagi jarak, suatu kisah kan abadi.
Kelak..