Senin, 06 Juli 2015

Menanti Fajar

kenalkan kawan baruku,
kunamai dia sunyi.
kami duduk berdua dalam bayangan pohon jati.
berselimut dingin.
memandang langit yang sama,
ku cari bulan yang mulai tersenyum
tapi tak kutemui.
hanya pekat langit yang mulai pudar.
kamipun menanti mentari bersama,
meski kicau burung satu-satu kadang mengusik sunyi.
namun ia tetap disampingku.

ketika daun-daun gugur, lalu menari bersama angin.ketika bulir embun berkilau,
ketika mentari melukis senja,
dan ketika fajar mulai terbit.
hanya sunyi.
tak ada yang lain yang lebih mengerti,
senyum dan binar yang kadang terselip.
betul-betul hanya sunyi.

begitulah,
terkadang kami lebih menikmati semuanya bersama.
walau ada sedikit harap yang kadang terlintas,
adakah seorang yang lebih mengerti dan sabar daripada sunyi,
tapi lagi, aku selalu tak tahan dengan bising dikepalaku.
hingga ku dapati diriku masih disini,
terduduk bersama sunyi.
kami saling bercerita dalam diam.
menikmati sepi dan mentari yang sebentar lagi menyapa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar